Time-Indonesia.com|Jum’at, 3 April 2026
Pemerintah Kabupaten Takalar terus mendorong penguatan kerja sama internasional melalui kunjungan lapangan Liaison Officer (LO) kerja sama Takalar–China, Jenny Widjaya.
Memasuki hari kedua kunjungan, Kamis (2/4/2026), rombongan meninjau potensi perikanan dan kelautan di Desa Punaga, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Fokus peninjauan meliputi komoditas unggulan daerah, yakni rumput laut dan lawi-lawi (anggur laut).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Takalar Nuriksan Nurdin, Kepala Dinas Perikanan Nasaruddin Asis, Kepala Dinas Pertanian Parawangsa, Camat Laikang Marwan, serta Kepala Desa Punaga Syarifuddin.
Rombongan meninjau langsung kawasan pesisir untuk melihat kondisi budidaya serta kualitas hasil laut masyarakat.
Selain itu, kunjungan juga dilakukan ke Sentra Penjualan Jagung Panaikang di Kelurahan Pattallassang dan lokasi pelelangan ikan Beba di Kecamatan Galesong Utara.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Takalar, Nuriksan Nurdin, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari tugas strategis LO dalam menjembatani kerja sama antara Takalar dan China.
“LO bertugas mempromosikan produk pertanian dan perikanan Takalar ke pasar domestik dan internasional, sekaligus menggali potensi komoditas ekspor,” ujarnya.
Selain itu, LO juga berperan dalam membuka peluang investasi di sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan dengan memanfaatkan jaringan yang dimiliki.
Selama kunjungan, rombongan meninjau sejumlah komoditas unggulan seperti jagung, rumput laut, dan lawi-lawi.
Produk lawi-lawi disebut mendapat perhatian khusus karena dinilai memiliki kualitas yang kompetitif.
Di sektor perikanan, berbagai jenis ikan di perairan Takalar juga dinilai memiliki potensi ekspor karena kualitas dan keunikannya.
Meski demikian, sejumlah catatan turut disampaikan, terutama terkait kebersihan kawasan pesisir yang dinilai berpengaruh terhadap kualitas hasil laut.
Selain sektor perikanan dan pertanian, rombongan juga mengunjungi sentra UMKM di Palleko untuk melihat produk olahan berbahan dasar kelor dan pisang.
Penguatan legalitas dan inovasi produk dinilai penting untuk memperluas pasar.

































