Takalar l Timeindonesia.com – Ratusan Perangkat Desa se Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Cab. BPJS Kabupaten Takalar Sulsel, Selasa (2/12/2025).
Mereka membawa spanduk dan poster yang bertuliskan “Aktifkan BPJS Perangkat Desa se Kabupaten Takalar” Terlihat juga para pendemo dari perangkat Desa terlihat memegang poster bertuliskan, Copot Kepala BPJS Kesehatan.
Aksi tersebut dipicu karena adanya perangkat Desa di Takalar tidak aktif BPJSnya saat ingin melakukan pemeriksaan di rumah sakit.
Bahkan ada beberapa perangkat Desa yang sedang terbaring dirumah sakit.
” Kami ingin hari ini tidak ada lagi perangkat Desa yang tidak aktif BPJSnya” tegas Kordinator Aksi Perangkat Desa di Takalar, Nasrullah Sijaya.
Nasrullah juga dalam orasinya menyerukan agar Kepala Kantor BPJS di berhentikan Karna dinilai tidak mampu menjadi pelayan yang terbaik bagi Perangkat Desa ditakalar.
” Kami juga meminta Agar meninjau ulang perjanjian kerjasama antara BPJS dengan pemerintah daerah kabupaten.” Tegas Ketua Perkumpulan Perangkat Desa Indonesia Kabupaten Takalar.
Ia juga meminta kepada BPJS untuk mengaktifkan kembali hari ini BPJS kesehatan bagi seluruh perangkat Desa di Takalar.
“Kami tidak akan berhenti bersuara jika BPJS kami hari ini tidak aktif.” Tegasnya.
Sementara, sala satu Perangkat Desa ditakalar yang di konfirmasi dilokasi demo di depan Kantor BPJS kesehatan terkait pemicu hingga aksi tersebut dilakukan mengatakan BPJS tidak mengaktifkan karena keuangan di daerah belum dibayarkan
“Keuangan belum membayarkan, tapi setelah di cek di keuangan ternyata bagaimana mau di bayarkan kalau belum ada rekon dari BPJS.” Ungkap salah satu perangkat Desa di Takalar saat di konfirmasi.
Sementara, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Takalar, Fadilah saat menerima aspirasi dari perangkat Desa mengatakan bahwa kami bisa mengaktifkan BPJS kalau Pemrintah daerah berkomitmen untuk segera membayar.
“Kami bisa aktifkan BPJS Perangkat Desa tapi kami butuh komitmen Pemrintah daerah. Kapan tanggal Berapa membayarkan,” tegas Fadillah.
Meski demikian para demonstran meminta kebijakan atas beberapa anggota perangkat Desa yang saat ini terbaring dirumah sakit.
Diketahui, Pembayaran gaji perangkat Desa se Kabupaten berkisar 2 Miliyar rupiah setiap tahun yang dibayarkan melalui gaji mereka yang dipotong.
( Ombel)































