Takalar – time Indonesia | Proyek drainase di Kelurahan Pat’têne menuai sorotan keras dari warga. Pengerjaan galian di lapangan dinilai jauh dari standar, bahkan terkesan asal-asalan, sehingga memunculkan dugaan bahwa kualitas pekerjaan tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan.
Warga mempertanyakan kinerja PT Jaya Etika Beton, selaku kontraktor pelaksana proyek bernilai Rp 28,9 miliar yang bersumber dari APBN. Dengan nilai anggaran sebesar itu, masyarakat menilai tidak seharusnya muncul pekerjaan yang minim kualitas, terutama pada bagian galian yang menjadi fondasi utama ketahanan drainase,Sabtu(6/12/2025)-
Di lapangan, warga menemukan indikasi ketidaksesuaian dalam kedalaman galian, kerapihan pengerjaan, hingga pemadatan tanah yang dinilai tidak memenuhi standar teknis. Kondisi tersebut membuat masyarakat khawatir proyek ini hanya akan bertahan sebentar sebelum kembali menimbulkan masalah baru seperti kerusakan saluran dan banjir.
Sorotan publik juga mengarah pada lemahnya pengawasan dari instansi terkait. Warga menegaskan bahwa pekerjaan dengan anggaran miliaran rupiah tidak boleh dibiarkan dikerjakan secara sembrono, karena menyangkut keselamatan dan kepentingan masyarakat luas.
Warga mendesak pihak pengawas, aparat terkait, hingga penegak hukum untuk turun memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi. Mereka menekankan bahwa dana APBN adalah uang rakyat, sehingga setiap penyimpangan kualitas harus dibuka secara transparan dan dipertanggungjawabkan tanpa kompromi.
(Nakku JAGUAR)































