Timeindonesia.com, Takalar– Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Lukman B Kady, melaksanakan kegiatan pengawasan APBD bersama Kerukunan Jawa Takalar (JAKA) di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan. Puluhan anggota paguyuban JAKA dari berbagai wilayah di Kabupaten Takalar hadir mengikuti kegiatan tersebut.
Turut hadir Ketua PKKB Paguyuban JAKA Mas Sokip, Sekretaris Kelurahan Kalabbirang Sitti Wahida, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Kalabbirang.
Peserta yang hadir berasal dari sejumlah kecamatan di Takalar, mulai dari Kecamatan Polongbangkeng Timur, Mangarabombang hingga Pattallassang.
Tiga petak tenda berwarna biru tampak berdiri di halaman rumah lokasi kegiatan untuk menampung para peserta yang hadir dalam agenda pengawasan APBD tersebut.
Sebelum acara dimulai, Lukman B Kady terlihat berbincang santai bersama tokoh paguyuban dan masyarakat di teras rumah tuan rumah.
Dalam sambutannya, Ketua Paguyuban JAKA Mas Sokip menyampaikan harapan agar paguyuban yang selama ini berjalan dapat segera memiliki legalitas resmi melalui pembentukan Yayasan JAKA.
“Semoga kita bisa menjembatani Paguyuban JAKA ini menjadi Yayasan JAKA seperti di Gowa,” ujarnya.
Mas Sokip juga mengungkapkan rasa syukur atas perhatian dan dukungan Lukman B Kady terhadap komunitas JAKA selama ini. Menurutnya, Lukman sebelumnya pernah membantu pengadaan lahan pemakaman bagi warga JAKA di Takalar.
Kini, pihak paguyuban kembali berharap adanya dukungan pembangunan sekretariat sebagai pusat kegiatan organisasi.
“Dan ingin dibantu buatkan sekretariat,” ucapnya yang langsung disambut tepuk tangan peserta.
Menanggapi hal tersebut, Lukman B Kady mengaku memiliki kedekatan emosional dengan komunitas JAKA di Takalar.
Ia bahkan mengenang dukungan yang diberikan paguyuban saat dirinya maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.
“Kalau suara dari JAKA ini tidak ada, kemungkinan besar tipis saya untuk dilantik,” ujarnya disambut tawa dan tepuk tangan warga.
Lukman pun menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan masyarakat yang telah mengantarkannya duduk di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam suasana penuh keakraban, Lukman beberapa kali melontarkan candaan yang membuat peserta tertawa. Namun di balik candaan tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan kebersamaan antarwarga tanpa membedakan latar belakang suku.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak lagi melihat siapa Jawa atau bukan, karena semua telah menjadi bagian dari masyarakat Takalar.
“Yang menjadi kebanggaan adalah kedekatan dengan kita semua,” ujarnya.
“Tempat ini tempat masa kecil saya di sini,” tambahnya.
Terkait permintaan pembangunan sekretariat, Lukman mengaku sempat “keringat dingin” mendengarnya. Namun dengan nada santai, ia memastikan siap membantu pembangunan sekretariat JAKA.
“Insyaallah Pak Ketua, saya akan berbagi rezeki lagi untuk sekretariat ta,” katanya.
Selain itu, Lukman juga mendorong pengurus paguyuban segera mengurus legalitas yayasan agar organisasi lebih mudah berkembang dan mendapatkan dukungan program.
“Kalau ada kendala, tabe, disampaikan saja,” katanya.
Ia juga menegaskan hubungan dirinya dengan Pemerintah Kabupaten Takalar hingga saat ini masih berjalan baik sehingga peluang koordinasi dan dukungan program tetap terbuka.
Salah seorang anggota paguyuban, Priyanto, mengaku senang dengan kegiatan pengawasan APBD tersebut. Menurutnya, Lukman B Kady dikenal dekat dengan masyarakat meskipun sebagian besar anggota paguyuban merupakan warga pendatang.
“Bagus sosialisasinya, dekat dengan kami meskipun bukan warga lokal dan hanya pendatang,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan diskusi santai antara anggota paguyuban dan Lukman B Kady terkait berbagai persoalan sosial dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Takalar.
































