Takalar, Timeindonesia.com – Suasana hangat dan penuh keakraban Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menggelar acara silaturahmi bersama insan media di rumah jabatan Bupati takalar pada Senin malam (01/06/2026). Mengusung konsep santai dan jauh dari kesan formal, momentum ini menjadi ruang dialog terbuka yang mempertemukan pembuat kebijakan dengan para pemburu berita guna menyamakan persepsi dalam mengawal kemajuan daerah.
Kehadiran para camat se-Kabupaten Takalar menambah kemeriahan acara sekaligus menjadi simbol soliditas birokrasi lokal.
Keikutsertaan para pimpinan wilayah ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap terciptanya sinergi yang sehat antara pemerintah daerah dan media. Komitmen bersama ini diharapkan mampu mengeliminasi sumbatan komunikasi yang selama ini kerap memicu misinformasi di tengah masyarakat.
Menariknya, acara silaturahmi ini dirangkaikan dengan permainan domino yang diikuti antusias oleh seluruh peserta. Di atas meja domino, sekat-sekat birokrasi tampak mencair. Kegiatan ini terbukti efektif tidak hanya sebagai ajang hiburan dan mempererat tali persaudaraan, tetapi juga sukses bertransformasi menjadi wadah komunikasi alternatif yang cair, jujur, dan produktif antara pemerintah daerah, para camat, dan insan media.
Dalam sambutannya, Daeng Manye menegaskan posisi krusial pers dalam roda pemerintahan. Ia menyebut media sebagai mitra strategis yang memegang peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif. Baginya, media adalah jembatan hidup yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan ekspektasi masyarakat, khususnya dalam mengawal transparansi berbagai program pembangunan serta pelayanan publik.
Di sisi lain, Bupati juga meletakkan ekspektasi tinggi agar insan media di Takalar terus menjaga independensi dengan menyajikan pemberitaan yang objektif, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan. Lebih dari sekadar fungsi kontrol sosial, Daeng Manye mengajak media untuk mengambil peran aktif sebagai motor promosi daerah, mulai dari sektor unggulan pertanian, perikanan, UMKM, hingga pesona pariwisata yang belum tergarap maksimal.
“Takalar memiliki banyak potensi yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat luas. Kami berharap media dapat membantu mempublikasikan berbagai potensi daerah, termasuk wisata alam yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan dan menjadi destinasi favorit wisatawan,” ujar Daeng Manye optimistis.
Menutup arahannya, Daeng Manye menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan bekerja maksimal demi pembangunan yang berkelanjutan. Namun, ia mengingatkan bahwa lompatan besar menuju Takalar yang lebih baik tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi multipihak, termasuk media, untuk membangun narasi optimisme dan menyebarluaskan informasi pembangunan yang mengedukasi demi kesejahteraan bersama.(Haris ombel)

































