Anak Asuh Kapolri Ini Bikin Heboh Dunia Kampus! Ja’far Hasibuan Juara Workshop AI di USU

TIME INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 08:03 WIB

50130 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Ja’far Hasibuan, mahasiswa internasional Universitas Sumatera Utara (USU) sekaligus pemberi pengobatan gratis di seluruh dunia, menerima penghargaan juara pertama Workshop Artificial Intelligence untuk Penelitian dan Publikasi Berkualitas dari Wakil Dekan I FKM USU, Dr. Umi Salmah, SKM., M.Kes., di Auditorium Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara, Medan.

MEDAN — Di tengah sorak tepuk tangan di Auditorium Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU), nama Muhammad Ja’far Hasibuan kembali menggema. Mahasiswa Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat semester I itu dinobatkan sebagai juara pertama Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Penelitian dan Publikasi Berkualitas.

Namun, di balik senyum dan penghargaan yang ia genggam, tersimpan kisah panjang tentang perjuangan, mimpi, dan pembuktian diri seorang anak bangsa yang dulu sering diremehkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Dekan I FKM USU, Dr. Umi Salmah, bersama Muhammad Ja’far Hasibuan, moderator Dr. Sri Malem Indirawati, dan narasumber Dr. Nasrul Z. berpose bersama usai penutupan Workshop Artificial Intelligence untuk Penelitian dan Publikasi Berkualitas di USU.

Dari Anak Kampus yang Dibuli ke Juara AI

“Awalnya saya cuma anak kampus yang sering dibuli karena dianggap salah jurusan,” kenang Ja’far saat ditemui usai menerima penghargaan, Jumat (17/10/2025).
Ia tertawa kecil, mengenang masa-masa sulit di awal perkuliahannya. Banyak yang meremehkan langkahnya karena latar belakang pendidikannya bukan dari dunia kesehatan. Tapi justru dari sanalah tekadnya tumbuh.

Wakil Dekan I FKM USU, Dr. Umi Salmah, bersama Muhammad Ja’far Hasibuan, moderator Dr. Sri Malem Indirawati, dan narasumber Dr. Nasrul Z. berpose bersama usai penutupan Workshop Artificial Intelligence untuk Penelitian dan Publikasi Berkualitas di USU.

“Banyak yang bilang saya salah jurusan, tapi saya tahu arah hidup saya. Dunia kesehatan bukan soal gelar dokter, tapi tentang pengabdian dan manfaat bagi orang lain,” ujarnya dengan nada mantap.

Kini, anak kampus yang dulu diragukan itu berhasil membuktikan diri. Ja’far tak hanya memahami teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI), tapi juga memanfaatkannya untuk mendukung penelitian kesehatan berstandar jurnal internasional Scopus Q1.

Workshop AI: Jalan Baru Menuju Panggung Dunia

Workshop yang digelar selama dua hari (17–18 Oktober 2025) itu diadakan oleh Prodi S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM USU, dibuka langsung oleh Dekan FKM, Prof. Dr. Dra. Ida Yustina, M.Si., dengan narasumber Dr. Nasrul Z., ST., M.Kes., dan moderator Dr. Sri Malem Indirawati, SKM., M.Si.

Para peserta, terdiri dari dosen dan mahasiswa doktoral, dilatih menulis artikel ilmiah bereputasi dengan bantuan AI — mulai dari membuat ide riset, judul, hingga penyusunan metodologi berstandar Scopus Q1.

Di antara peserta yang cemerlang, nama Ja’far mencuri perhatian. Karya ilmiahnya yang memadukan riset biofarmaka dan pemanfaatan AI membuatnya terpilih sebagai juara pertama, disusul Ally Abdullah Ally, mahasiswa doktoral asal Tanzania, sebagai juara kedua.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Dekan I FKM USU, Dr. Umi Salmah, SKM., M.Kes., sementara pemenang kedua menerima hadiah dari Wakil Dekan II, Ir. Indra Chahaya S., M.Si.

Keberhasilan Ja’far tak bisa dilepaskan dari sosok yang ia panggil “Ayah Asuh” — Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo.
Sejak menerima beasiswa Kapolri untuk melanjutkan pendidikan S2 di USU, Ja’far menganggap dukungan itu sebagai amanah besar.
“Beasiswa ini bukan cuma bantuan biaya, tapi kepercayaan negara kepada anak bangsa. Ilmu yang tidak dibagikan adalah ilmu yang mati,” ucapnya penuh semangat.

Dari Sarjana Terbaik Indonesia ke Beasiswa Dunia

Nama Ja’far mulai dikenal sejak 2016, ketika ia dinobatkan sebagai Sarjana Terbaik 1 se-Indonesia oleh Istana Negara — mengalahkan ribuan lulusan dari berbagai universitas. Penghargaan itu merupakan hasil kerja sama antara Kemenpora, Kominfo, LKBN Antara, dan Arsip Nasional RI, serta disiarkan di berbagai televisi nasional.

Tak berhenti di situ, tiga tahun lalu Ja’far juga menerima beasiswa penuh (full scholarship) dari salah satu universitas ternama di Tiongkok untuk melanjutkan studi S2 dan S3.
Namun, niatnya berangkat sempat tertunda. “Saya ingin riset saya bisa jadi dasar pengobatan gratis bagi rakyat Indonesia. Itu cita-cita saya dari awal,” ujarnya.

Lahir dari latar sederhana, Ja’far tumbuh dengan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan pengabdian. Ia sering turun langsung ke desa-desa, menjadi relawan kesehatan, sekaligus peneliti lapangan.
“Dari desa ke desa saya belajar bahwa kesehatan bukan cuma soal obat, tapi tentang kemanusiaan,” tuturnya.

Kini, dari ruang-ruang kampus USU hingga rencana studinya di luar negeri, Ja’far membawa semangat yang sama: menjadikan ilmu pengetahuan sebagai jembatan untuk menolong sesama.
Dulu dibuli karena dianggap “salah jurusan”, kini namanya dikenal sebagai ilmuwan muda berprestasi internasional yang siap mengantarkan riset Indonesia ke panggung dunia.

Berita Terkait

Klarifikasi Resmi: Karutan Kelas I Medan Tegaskan Video Aktivitas Terlarang di Rutan Tidak Benar dan Tanpa Dasar
Lapas Sibolga Gandeng Pemkot dan Perguruan Tinggi Kembangkan Budidaya Ikan untuk Ketahanan Pangan
Kemenimipas Salurkan Bantuan bagi Terdampak Gempa Flores, Dirjenpas Tinjau Kondisi Rutan Ruteng
NARASI “BELASAN HP, LODES, NARKOBA HINGGA JUAL-BELI KAMAR RUTAN TANJUNG GUSTA” DINILAI HOAKS
Gudang dan Bengkel Dibobol Maling, Warga Tanjung Mulia Hilir Resah
Rutan 1 Medan Kembali Diserang Isu Hoaks, Video di Medsos Dipertanyakan Asal-usulnya
Sambut HUT ke-81 RI, AJMI dan PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumut Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih di Medan
Dukung APRC Sumut 2026, PTPN IV PalmCo Berkolaborasi Majukan Pariwisata Olahraga dan UMKM Lokal

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 07:31 WIB

Tambang Emas Geumpang Ditertibkan, Namun Pertanyaan Besar Belum Terjawab: Apakah Semua Aktor di Balik Tambang Diperiksa?

Minggu, 20 September 2026 - 02:45 WIB

Warganet Bongkar Polemik PETI Geumpang Pidie, Penertiban Dipertanyakan dan Dugaan Setoran Tambang Menjadi Perhatian

Selasa, 15 September 2026 - 02:16 WIB

Tambang Emas Ilegal Geumpang Pidie Diduga Beroperasi dengan Modal Besar dan Alat Berat, LLA Akan Laporkan ke Polda Aceh

Sabtu, 12 September 2026 - 17:37 WIB

Lubang Tambang Emas Ilegal Menganga di Geumpang, Negara Ditantang Hadir!

Sabtu, 5 September 2026 - 01:28 WIB

Pungli SIM C di Satpas Polres Pidie Tembus Rp600 Ribu: Tanpa Ujian Teori, Diduga Melibatkan Oknum

Jumat, 4 September 2026 - 01:21 WIB

Aktivitas PETI Disebut Makin Masif di Pamue–Geumpang, APW Soroti Dugaan Jaringan Pemodal dan Pemasok Bahan Kimia

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:12 WIB

Kapolda Aceh Tinjau Lahan Jagung 40 Hektare di Pidie, Serahkan Bantuan 10 Sumur Bor untuk Petani

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:43 WIB

Putaran Uang Gurita Tambang Emas Ilegal Pidie: Libatkan Ratusan Alat Berat dan Dugaan Setoran Fantastis

Berita Terbaru