Masyarakat Diharapkan Semakin Memahami Autoimun, Juga Kalangan Wartawan

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:48 WIB

5048 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Diharapkan Semakin Memahami Autoimun, Juga Kalangan Wartawan

JAKARTA – Semakin banyak orang yang didiagnosa penyakit autoimun, termasuk di Indonesia. Namun, belum banyak masyarakat yang mengetahui dan memahami tentang penyakit ini. Padahal penyintas autoimun atau odamun (orang dengan autoimun) membutuhkan penanganan khusus.

“Sebagai salah satu penyintas autoimun, kami merasa terpanggil untuk membuat Sahabat Odamun, sebuah media yang kami dedikasikan untuk teman-teman sesama odamun dan juga masyarakat umum untuk bisa mendapatkan informasi lebih banyak tentang autoimun. Media ini juga kami persembahan kepada para dokter dan profesional medis yang saat ini bekerja keras melakukan penelitian tentang autoimun dan mendedikasikan hidupnya untuk merawat dan menyembuhkan para odamun,” kata Francisca Xaveriana Taolin, Pemimpin Redaksi dan Pendiri Sahabat Odamun usai acara talkshow dengan tema “Tetap Survive dan Happy Dengan Autoimun” yang diselenggarakan di Prodia Health Care Jakarta – Kramat, Sabtu (8/8). Media ini diterbitkan oleh Fortuna Media dan Elang Perkasa Asia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara talkshow digelar seusai peluncuran Majalah Sahabat Odamun. Turut hadir dan memberikan sambutan saat peluncuran majalah ini Tb Adhi, wakil ketua bidang kerja sama dan hubungan antarlembaga PWI Jaya. Tb Adhi, yang mewakili Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo, menyambut baik penerbitan majalah ini.

Tb Adhi mengingatkan jika penyakit autoimun semakin perlu diketahui dan wajib disosialisasikan kepada masyarakat umum, termasuk kalangan media, wartawan. Autoimun memang tidak menular, namun tergolong.penyakit mematikan. Pegiat jurnalistik rentan terkena penyakit ini mengingat salah satu penyebabnya adalah tingginya strees, karena tekanan pekerjaan, dan depresi.

“Tahun lalu tercatat ada satu pegiat jurnalistik yang meninggal akibat penyakit ini,” kata Tb Adhi.

Autoimun lebih banyak diderita kaum perempuan, dan diketahui ada 80 hingga 100 jenis penyakit yang termasuk autoimun, yang paling dikenal adalah lupus.

Selain belum bisa disembuhkan, penyintas autoimun juga sering menghadapi masalah sosial dalam kehidupan sehari-hari. Karena masih minimnya informasi yang diketahui masyarakat, penyintas autoimun sering dianggap bereaksi berlebihan.

Ketua Dewan Penasihat Sahabat Odamun, Prof. DR. dr. Iris Rengganis, Sp.PD, K-AI, menjelaskan bahwa pada penyakit autoimun memang belum ada istilah sembuh. Istilah yang dipakai adalah remisi.

“Ibarat macan tidur, jangan kita bangunkan. Jangan sampai flare up. Tidak boleh kurang tidur, jaga makanan, jangan terlalu capek, dan stess. Banyak orang tanya apakah sakit autoimun bisa sembuh atau tidak. Penyakit ini tidak beda dengan alergi, diabetes, hipertensi dimana kalau ada pencetusnya bisa kambuh lagi. Bisa hilang dan timbul lagi. Ikuti saran dokter yang kompeten, jaga makan, dan pola hidup yang baik,” jelas Prof. DR. dr. Iris Rengganis, Sp.PD, K-AI.

Penyakit autoimun ada yang menyerang organ tertentu dan ada juga yang sistemik. Kalau yang diserang di bagian kulit namanya Psoriasis. Kalau di syaraf namanya Mystenia Grafis. Kalau yang sistemik ada Lupus, Sjogren Syndrom. Selain itu, masih ada banyak jenis penyakit autoimun. Namun, perlu dipahami bahwa penyakit ini bukan penyakit menular

“Sebetulnya kita masih belum tahu persis apa yang menjadi penyebab penyakit ini. Tapi yang mempengaruhi adalah genetik dan lingkungan. Bisa juga hormonal terutama untuk wanita. Selain itu juga karena disregulasi autoimun, artinya ketidakseimbangan sistem autoimun, dimana antibody yang seharusnya membantu kita tiba-tiba justru menjadi musuh,” kata Prof. Iris yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (Peralmuni).

Kesadaran masyarakat terhadap penyakit autoimun pada saat ini masih rendah karena gejalanya yang bervariasi dan menyerupai beragam penyakit lainnya, sehingga perlu adanya edukasi, serta pemahaman masyarakat tentang penyakit ini.

Herliana Dewi selaku Pemimpin Umum berharap kehadiran Sahabat Odamun dapat memberikan warna baru bagi dunia media yang selama ini berkembang dengan sangat cepat. Media ini terbit dalam bentuk e-magazine sehingga lebih mudah diakses oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana saja. Media ini dapat diakses melalui link https://anyflip.com/favsj/bpfx/.(tb)

Berita Terkait

Kasus BMW Terkesan Didiamkan, Korban Merasa Dibohongi Minta Polisi Tegakkan Keadilan
Surat Advokat Jadi Sorotan, Ahli Pidana UISU Bahas Kasus Doddy Thahir
Lapas Sibolga Bersama TNI Bantu Bersihkan Rumah dan Fasilitas Umum Warga Terdampak Banjir
Lapas Sibolga Bersama Dinkes Kota Sibolga Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TB
Bukan Mainan atau Jajanan: Cerita Khansa, Murid SD yang Memilih Menyimpan Bahagia untuk Orang Lain
Dandim 0205/Tanah Karo Letkol Inf Robert Panjaitan, Tinjau Langsung Progres Pembangunan Jembatan Merah Putih
Kantor Hukum Pelita Konstitusi Medan Angkat Bicara Terkait Buntut Kasus Keracunan Massal Siswa Di Berastagi
Tak Terima Dugaan Serangan di Medsos, 63 Advokat FORSILA Adukan Oknum Pengacara FL ke Polda Sumut

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 19:56 WIB

Kasus BMW Terkesan Didiamkan, Korban Merasa Dibohongi Minta Polisi Tegakkan Keadilan

Rabu, 30 September 2026 - 10:34 WIB

Surat Advokat Jadi Sorotan, Ahli Pidana UISU Bahas Kasus Doddy Thahir

Rabu, 30 September 2026 - 09:16 WIB

Lapas Sibolga Bersama TNI Bantu Bersihkan Rumah dan Fasilitas Umum Warga Terdampak Banjir

Selasa, 29 September 2026 - 10:08 WIB

Bukan Mainan atau Jajanan: Cerita Khansa, Murid SD yang Memilih Menyimpan Bahagia untuk Orang Lain

Senin, 28 September 2026 - 22:29 WIB

Dandim 0205/Tanah Karo Letkol Inf Robert Panjaitan, Tinjau Langsung Progres Pembangunan Jembatan Merah Putih

Senin, 28 September 2026 - 21:44 WIB

Kantor Hukum Pelita Konstitusi Medan Angkat Bicara Terkait Buntut Kasus Keracunan Massal Siswa Di Berastagi

Senin, 28 September 2026 - 21:29 WIB

Tak Terima Dugaan Serangan di Medsos, 63 Advokat FORSILA Adukan Oknum Pengacara FL ke Polda Sumut

Senin, 28 September 2026 - 16:07 WIB

Lapas Sibolga Panen 65 Kg Pakcoy, Wujudkan Pembinaan Kemandirian Berbasis Ketahanan Pangan

Berita Terbaru