TAKALAR// Time Indonesia.com – Universitas Hasanuddin (Unhas) menjajaki kawasan potensi dan peluang pengembangan daerah Cikoang, Kabupaten Takalar, sebagai calon lokasi kawasan maritim terintegrasi. Penjajakan kawasan ini diarahkan pada pengembangan galangan kapal, teknologi kapal fiber, serta integrasi kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan sektor produktif berbasis potensi wilayah.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc bersama jajaran sivitas akademika Unhas melakukan kunjungan pada Minggu (27/09) di Cikoang, Takalar. Kunjungan ini didampingi oleh Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M., beserta jajaran aparat pemerintah kabupaten.
Rektor Unhas menjelaskan bahwa kawasan pengembangan maritim terintegrasi ini dirancang sebagai ekosistem kemaritiman yang menyatukan berbagai disiplin ilmu dan sektor ekonomi.
“Di sini bukan hanya kita membangun galangan kapal yang modern, tetapi juga memperkuat pengembangan kapal-kapal fiber. Ini akan diintegrasikan dengan berbagai bidang keilmuan, termasuk pengembangan tambak, pengolahan garam, pertanian, dan peternakan,” ujar Prof. JJ.
Menurutnya, pendekatan integratif tersebut memungkinkan kawasan Cikoang dikembangkan sebagai _living laboratory_ bagi Unhas. Kawasan ini dapat dimanfaatkan sebagai ruang penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui keterlibatan sivitas akademika dalam kegiatan riset, pembelajaran, rekayasa, serta pengembangan inovasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah pesisir.
“Kawasan ini dapat digunakan untuk mengimplementasikan ilmu yang dikembangkan di Unhas. Misalnya, bidang teknik perkapalan dapat melakukan kegiatan di sini, sekaligus berkolaborasi dengan bidang ilmu lainnya,” kata Prof. JJ.
Pengembangan kawasan juga diarahkan untuk menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui penguatan aktivitas ekonomi lokal. Integrasi antara teknologi kemaritiman, pengelolaan sumber daya pesisir, pertanian, dan peternakan diharapkan membentuk ekosistem produktif yang saling mendukung.
Dalam proses pengembangannya, Unhas akan membuka kolaborasi dengan sejumlah mitra strategis, di antaranya PT PAL, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Pemerintah Kabupaten Takalar. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat aspek teknologi, riset, pengembangan industri, hingga pemanfaatan kawasan.
Bupati Takalar menyambut baik dan menyampaikan dukungan terhadap rencana tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah akan mendorong kerja sama dengan Unhas sebagai bagian dari upaya mengembangkan potensi kawasan secara lebih produktif.
“Kerja sama ini akan kita dorong bersama. Pemerintah Kabupaten Takalar memiliki komitmen untuk mendukung penuh rencana pengembangan ini,” kata Daeng Manye.
Cikoang dipertimbangkan sebagai calon lokasi karena karakteristik geografisnya yang mendukung pengembangan aktivitas berbasis kemaritiman. Posisi kawasan pesisir tersebut berpeluang untuk mengintegrasikan kegiatan pendidikan dan riset dengan pengembangan teknologi perkapalan serta pemanfaatan sumber daya wilayah.
Melalui penjajakan ini, Unhas dan Pemerintah Kabupaten Takalar selanjutnya akan mengkaji aspek teknis, potensi kawasan, serta model kolaborasi yang dapat dikembangkan. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan arah pengembangan kawasan sebagai ruang pendidikan, penelitian, inovasi, dan aktivitas produktif berbasis kemaritiman.
( Haris ombel )

































