Peserta PKP Angkatan IV BPSDM Sumut Pelajari Inovasi Pelayanan Kesehatan di Dinas Kesehatan Tangsel

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:07 WIB

5020 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG SELATAN–

Peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan IV Tahun 2026 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan Studi Lapangan (STULA) di Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran peserta PKP untuk memperoleh pengalaman secara langsung mengenai praktik penyelenggaraan organisasi, pelayanan publik, kepemimpinan, inovasi, serta pengelolaan program pada lokus yang dinilai memiliki praktik baik. Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan Studi Lapangan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh pembelajaran melalui observasi, wawancara, diskusi, telaah dokumen, serta identifikasi berbagai praktik baik yang diterapkan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan. Fokus pembelajaran mencakup kepemimpinan, inovasi pelayanan, pengelolaan tim, kolaborasi lintas sektor, transformasi digital, komunikasi publik, monitoring dan evaluasi, hingga keberlanjutan program.

Sejumlah inovasi pelayanan kesehatan menjadi perhatian peserta, di antaranya Ngider Sehat Premium, Rujak Ulek Gula Aren, Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J), Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin serta Kader Remaja DOREMI Fasolasido

Program Ngider Sehat Premium menjadi salah satu praktik yang menarik perhatian karena menerapkan pendekatan jemput bola, yakni mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui pelayanan di luar gedung Puskesmas.

Program tersebut juga didukung pemetaan wilayah, tenaga kesehatan, sarana transportasi, SOP, indikator kinerja, serta sistem pelaporan. Pada 2025–2026, program ini didukung 143 tenaga kesehatan yang terdiri atas 35 dokter, 54 perawat, dan 54 bidan, serta 74 kendaraan roda dua dan 10 ambulans.

Selain itu, peserta mempelajari inovasi Rujak Ulek Gula Aren dalam penanganan stunting melalui intervensi gizi terpadu. Sementara Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik memberikan pembelajaran mengenai pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan bottom-up, dengan melibatkan kader, relawan, serta masyarakat dalam pengendalian penyakit yang berkaitan dengan lingkungan dan jentik nyamuk.

Dari aspek kepemimpinan, peserta melihat pentingnya peran pemimpin dalam memberikan arah, menetapkan prioritas, menyediakan sumber daya, membangun koordinasi, serta memastikan target organisasi tercapai.

Pengambilan keputusan dilakukan dengan mempertimbangkan data, regulasi, kebutuhan masyarakat, kemampuan organisasi, ketersediaan anggaran, dan dampak terhadap masyarakat.

Pembelajaran juga mencakup kolaborasi lintas sektor. Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Puskesmas, rumah sakit, BPJS Kesehatan, Dinas Sosial, Bappeda/Bappelitbangda, BPKAD, kecamatan, kelurahan, fasilitas kesehatan swasta, perguruan tinggi, kader kesehatan, organisasi masyarakat hingga masyarakat.

Kolaborasi tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi, forum lintas sektor, sistem informasi, monitoring, dan evaluasi.

Di bidang digitalisasi, peserta mempelajari pemanfaatan Google Form, SIMPUS, Google Sites, dashboard, sistem informasi kesehatan, sistem pengelolaan sumber daya manusia kesehatan, serta media sosial seperti YouTube, Instagram dan podcast PDKT.

Pemanfaatan teknologi tersebut mendukung percepatan proses, peningkatan akurasi data, kemudahan monitoring, transparansi, percepatan pelaporan, serta pengurangan pekerjaan manual.

Kegiatan juga memberikan pembelajaran mengenai pentingnya komunikasi publik dalam mendukung keberhasilan program pemerintah. Dinas Kesehatan memanfaatkan media digital dan visual untuk menyampaikan informasi kesehatan dan pelayanan kepada masyarakat melalui YouTube, Instagram, podcast PDKT, serta media digital lainnya.

Berdasarkan hasil studi lapangan, peserta mengidentifikasi sejumlah praktik baik yang dapat menjadi pembelajaran, antara lain pelayanan yang berorientasi kepada masyarakat, inovasi berbasis masalah, pemberdayaan masyarakat, kolaborasi lintas sektor, digitalisasi, komunikasi publik yang adaptif, serta monitoring dan evaluasi. Keberhasilan inovasi tersebut didukung oleh kepemimpinan, sumber daya manusia, data, kolaborasi, teknologi, komunikasi publik, serta pengendalian yang berkelanjutan.

Pembelajaran tersebut selanjutnya dikaitkan dengan kebutuhan unit kerja peserta. Salah satu bentuk adaptasi yang dirumuskan adalah penerapan pelayanan berorientasi pengguna, digitalisasi pelayanan, pemetaan permasalahan, pemberdayaan pegawai, kolaborasi, komunikasi publik, serta monitoring dan evaluasi. Laporan juga menempatkan penggunaan **barcode/Google Form untuk pendaftaran kunjungan** sebagai salah satu bentuk adaptasi pembelajaran digital pada unit kerja pemasyarakatan.

Studi Lapangan ini diharapkan tidak berhenti pada penyusunan laporan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui penerapan pembelajaran yang relevan dalam bentuk inovasi dan perbaikan pelayanan di unit kerja masing-masing. Hal tersebut sejalan dengan kesimpulan kegiatan bahwa keberhasilan pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh keberadaan program, tetapi juga oleh kemampuan organisasi dalam mengidentifikasi masalah, mengembangkan inovasi, menggerakkan SDM, membangun kolaborasi, memanfaatkan teknologi, serta melaksanakan monitoring dan evaluasi.

Melalui kegiatan ini, peserta PKP Angkatan IV BPSDM Provinsi Sumatera Utara diharapkan mampu membawa pulang praktik baik dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan dan mengadaptasinya sesuai karakteristik, kebutuhan, kewenangan, serta sumber daya pada organisasi masing-masing. Dengan demikian, hasil Studi Lapangan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan unit kerja para peserta.(AVID/rel)

Berita Terkait

Safari Jumat di Palleko, Bupati Takalar Tegaskan Komitmen Pemimpin Hadir dan Melayani Masyarakat
Kawal Kualitas Pekerjaan, Disdikbud Takalar dan APH Kembali Lakukan Monev Revitalisasi di Empat Sekolah
Cegah Gangguan Kamtib, Rutan Kelas I Medan Perkuat Kontrol Area Branggang
Bupati Takalar Hadiri Pengawasan Aset dan Penyerahan Sertifikat Tanah di Makassar
Ratusan Warga Ngantre di Dapur Umum GRIB Jaya Medan, Menikmati Makan Siang Gratis
Pimpin Rakor Camat dan Kades, Bupati Takalar Instruksikan Percepatan Pencairan Siltap
Atasi Krisis Air di Banten, PTPN IV PalmCo Salurkan 101 Ribu Liter Air Bersih untuk Ribuan KK
Bupati Takalar Resmikan Gerai KHAS TAKALAR di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:50 WIB

Pemkab Takalar Perkuat Sektor Pertanian Lewat Bantuan Mesin Pengering Berkapasitas Besar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terbesar di Indonesia Bakal Dibangun di Takalar 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:01 WIB

SATLANTAS POLRES KARO GELAR RAZIA GABUNGAN DIOPERASI SADAR PAJAK KENDARAAN BERMOTOR

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:04 WIB

The First Impression Is a Room, Not a Reel

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Bupati Takalar Daeng Manye Pimpin Apel Gabungan, Tekankan Disiplin ASN dan Mutasi Sebagai Penyegaran Organisasi

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:13 WIB

HUT TNI KE-81 FORKOPIMDA KARO BUAT KEJUTAN SAMBANGI MARKAS TNI

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:03 WIB

Silaturahmi LAMR Meranti Duduk Bersama Insan Pers Jaga Marwah Melayu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:20 WIB

*Tanggap Krisis Kekeringan, PMI Salurkan Bantuan Air Bersih Terpusat di Dusun Turikale Desa Laikang*

Berita Terbaru