Sabu dan Ponsel Masuk Lapas Kutacane, Dua Napi Ditangkap: Celah Pengawasan Diperjualbelikan?

TIME INDONESIA

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025 - 04:13 WIB

50493 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE – Dua narapidana Lapas Kelas IIB Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, kembali berurusan dengan aparat penegak hukum. Bukan karena pelanggaran disiplin biasa. Keduanya ditangkap karena kedapatan menyimpan narkotika jenis sabu seberat lima gram di dalam penjara. Bersama barang bukti sabu, polisi juga menyita sebuah ponsel aktif yang diduga digunakan untuk mengatur transaksi narkoba dari balik jeruji.

Penangkapan berlangsung pada Senin, 20 Oktober 2025, pukul 12.00 WIB. Kepala Seksi Humas Polres Aceh Tenggara, Ajun Komisaris Polisi Jomson Silalahi, mengatakan bahwa kasus ini bermula dari kecurigaan petugas Lapas terhadap seorang narapidana berinisial J (37), warga Desa Raja, Kecamatan Babussalam. Gerak-geriknya tak wajar. Kecurigaan itu terbukti. Petugas menemukan satu bungkus sabu di saku celana sebelah kiri J. Dalam interogasi awal, J tak ambil pusing. Ia langsung menyebut nama rekannya, S (34), sesama penghuni Lapas yang disebut terlibat dalam kepemilikan bersama narkoba tersebut.

“Setelah pemeriksaan awal, keduanya diserahkan ke Satresnarkoba untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” ujar Jomson, Selasa, 21 Oktober 2025. Polisi juga menyita handphone merek OPPO A16 lengkap dengan kartu SIM yang menurut pemeriksaan awal digunakan untuk komunikasi terbatas, termasuk dugaan perintah dan transaksi narkoba.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kisah ini bukan temuan baru. Lapas yang seharusnya menjadi tempat pembinaan justru berubah menjadi lokasi jual beli narkoba. Kasus di Kutacane menambah daftar panjang bukti bahwa penjara di Indonesia belum benar-benar steril. Jeruji besi bukan penghalang bagi kelanjutan bisnis gelap—selama celah pengawasan masih tersedia dan, kemungkinan, diperjualbelikan.

Situasi ini menampar wajah regulasi. Permenkumham Nomor 6 Tahun 2013 menegaskan pelarangan mutlak terhadap penguasaan alat komunikasi oleh warga binaan. Keberadaan ponsel di dalam Lapas sudah cukup menjadi pelanggaran serius. Tapi fakta menunjukkan, beberapa narapidana bahkan mampu mengoperasikan bisnis narkoba dari balik dinding tahanan tanpa banyak kendala.

Publik mulai gerah. Apa sebenarnya fungsi pemeriksaan di gerbang Lapas? Bagaimana sabu bisa masuk ke ruang tahanan? Dan, celakanya, siapa yang membuka jalan bagi ponsel aktif ke dalam kawasan yang semestinya tertutup dari segala bentuk komunikasi ilegal?

Sistem pengawasan kembali disorot. Lapas bukan tempat keramaian yang bisa seenaknya dilintasi. Setiap pengunjung diperiksa, pengiriman barang diawasi, ruang gerak napi dibatasi. Tapi temuan ini membuktikan sebaliknya—ada keterlewatan, jika bukan kelonggaran sengaja, yang memuluskan jalan sabu dan alat komunikasi ke tangan narapidana.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri, bersikap keras. Ia menyatakan tidak ada kompromi terhadap pelaku narkoba, terlepas dari statusnya sebagai warga sipil atau warga binaan. “Kami akan usut hingga ke akar. Tidak ada tempat aman bagi pelaku peredaran narkoba, baik di luar maupun di dalam penjara,” kata Yulhendri dalam pernyataan tertulisnya.

Namun investigasi masih di tahap awal. Dari mana sabu itu berasal belum diketahui pasti. Jaringan luar belum terungkap, dan kemungkinan adanya “bantuan” dari dalam belum dapat disangkal. Sayangnya, hingga kini, Lapas Kutacane belum buka suara.

Fakta bahwa dua napi menyimpan sabu dan menggunakan ponsel dari dalam sel membuka ruang diskusi lanjutan — soal reformasi pemasyarakatan yang tak kunjung tuntas. Lembaga yang dibentuk untuk memperbaiki moral justru memberi ruang bagi kebiasaan lama berulang. Penjara menjadi kantor baru bagi mafia kelas bawah.

Pertanyaannya kini bukan hanya soal siapa pelakunya, tetapi siapa yang membiarkan ini terus terjadi. Selama transparansi tidak ditegakkan, dan sanksi terhadap pelanggar internal tidak diberlakukan secara nyata, tembok penjara tak akan jadi batas. Ia hanya akan menjadi ilusi— tempat pembinaan yang penuh celah, ditopang oleh sistem yang rapuh.

Laporan: Deni Affaldi

Berita Terkait

Gerak Cepat! Kurang Dari 24 Jam, URC Sat Reskrim Polres Aceh Tenggara Ringkus Pelaku Curas
Setetes Darah, Sejuta Harapan: Polres Aceh Tenggara Gelar Donor Darah Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Sempat Jadi Sasaran Amukan Massa, Pelaku Curas Berhasil Diamankan Tim URC Polres Aceh Tenggara
Kapolres Aceh Tenggara dan Ketua Bhayangkari Tinjau Pasca Operasi Bibir Sumbing, Pastikan Senyum Harapan Terus Mekar
Putri Tanoh Alas di Grand Final Duta FILKOM UB 2026, Aceh Tenggara Diajak Bersatu Memberi Dukungan
Menyapa Harapan di Ruang Operasi, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Langsung Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Kembali Bertindak, Seorang Pemilik Sabu Diamankan di Lawe Alas
Menjahit Senyum, Menumbuhkan Harapan: Bakti Kesehatan Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit Gratis Warnai HUT Aceh Tenggara ke-52 dan Hari Bhayangkara ke-80

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:48 WIB

Agra Reynold Gurning Melesat Sendiri, Jadi Satu-Satunya Pendaftar Ketua Hanura Karo

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:55 WIB

Narkoba, Penyebab Sawit Rakyat di Sumut Rentan Pencurian Terorganisir Disertai Kekerasan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:00 WIB

Pimwil Bulog Sumut Pastikan Pengiriman Terakhir Bantuan Pangan Kota Medan Berjalan Lancar

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:40 WIB

Pangdam I/BB Dampingi Wakasad Kunjungan Kerja ke Yonif TP 852/Arba Yudha Bhakti

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:16 WIB

Gubernur Sulsel Mulai Pembangunan Rumah Layak Huni Rp7 Miliar di Takalar

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:51 WIB

Ruko di Lelang di Bawah Harga Pasaran, Pihak Bank Digugat ke Pengadilan

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:47 WIB

Sambut Tahun Baru Islam, TJSL PTPN IV Sentuh 1.000 Lebih Penerima Santunan Yatim-Dhuafa dan Renovasi 16 Masjid-Mushola

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:28 WIB

Dari Hati Untuk Sesama, GRIB Jaya Medan Bersama PAC Khusus Simalingkar Hadir Membawa Kebahagiaan di Tiga Panti Asuhan

Berita Terbaru