Bupati Salim Fakhry Nilai Kontes Kakao sebagai Wadah Edukasi dan Penguatan Kemandirian Petani Aceh Tenggara

TIME INDONESIA

- Redaksi

Minggu, 26 Oktober 2025 - 16:18 WIB

50352 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menyambut Hari Sumpah Pemuda dengan menggelar Kontes Kakao Aceh Tenggara Hebat di Lapangan Pemuda, Gumpang Jaya, Kecamatan Babussalam, Minggu (26/10/2025). Acara ini merupakan hasil kerja sama antara Kodim 0108/Aceh Tenggara dan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara, dengan melibatkan sebanyak 203 petani kakao dari 16 kecamatan. Tujuan utama dari kontes ini adalah untuk mendorong peningkatan mutu kakao lokal serta memperkuat peran petani dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah di pasar nasional hingga internasional.

Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, terutama kepada para petani yang dianggap sebagai ujung tombak ketahanan pangan daerah. Ia menyebutkan bahwa kakao merupakan salah satu urat nadi perekonomian masyarakat Aceh Tenggara yang memiliki potensi besar, baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun untuk pasar ekspor. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sektor pertanian hanya dapat tercapai melalui sinergi yang kuat antara pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat petani itu sendiri. Salim Fakhry menekankan pentingnya kolaborasi ini harus terus dipelihara dan ditingkatkan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran TNI, khususnya Babinsa dari Kodim 0108/Aceh Tenggara, atas keterlibatannya yang aktif dalam mendampingi para petani kakao di tingkat desa. Keterlibatan ini dinilai sangat penting dalam proses peningkatan mutu budidaya hingga teknik fermentasi biji kakao. Ia menyatakan bahwa dukungan TNI adalah bentuk konkret dari kemanunggalan antara TNI dan rakyat, yang tidak hanya dalam hal pertahanan tetapi juga penguatan sektor strategis seperti pertanian. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga sinergi ini demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati juga menyinggung tentang pencapaian penting yang telah diraih oleh kakao asal Tanah Alas yang berhasil masuk dalam daftar Cacao of Excellence, sebuah kompetisi internasional yang menyeleksi biji-biji kakao terbaik dari seluruh dunia. Ia mengatakan, pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa kakao Aceh Tenggara memiliki kualitas yang diakui dunia dan harus dipertahankan serta terus ditingkatkan. Kontes ini, menurut Bupati, bukan hanya ajang tahunan, tetapi juga wadah strategis untuk memastikan bahwa kualitas biji kakao tetap konsisten dari hulu, sekaligus mendorong petani agar terus menerapkan praktik budidaya yang baik, ramah lingkungan, serta mengutamakan keberlanjutan.

Para peserta dalam Kontes Kakao Aceh Tenggara Hebat dibagi dalam empat zona pertanian berdasarkan wilayah kecamatan, yaitu Zona 1 yang meliputi Ketambe, Deleng Pokhisen, Badar, dan Babussalam; Zona 2 yang terdiri dari Lawe Bulan, Lawe Ban, Lawe Sumur, Bambel, dan Bukit Tusam; Zona 3 yang mencakup Darul Hasanah, Lawe Alas, Tanoh Alas, dan Babul Rahmah; serta Zona 4 yang terdiri atas Babul Makmur, Leuser, Lawe Sigala-gala, dan Semadam. Hasil penilaian dewan juri menobatkan Zona 2 dari Kecamatan Bambel sebagai juara pertama, disusul oleh Zona 3 dari Kecamatan Tanoh Alas di posisi kedua, kemudian Zona 2 dari Kecamatan Bukit Tusam di posisi ketiga, dan Zona 2 dari Kecamatan Lawe Sumur sebagai juara harapan satu. Para pemenang masing-masing menerima hadiah berupa uang tunai, sertifikat, dan cendera mata, dengan rincian Rp.1,5 juta untuk juara pertama, Rp.1 juta juara kedua, Rp.750 ribu juara ketiga, dan Rp.500 ribu untuk juara harapan satu.

Kepala Bidang Perbenihan, Produksi, dan Perlindungan Perkebunan Aceh, Fahrurrozi, yang turut hadir dalam acara ini mengatakan bahwa kontes seperti ini memiliki nilai strategis dalam memacu peningkatan kualitas maupun produktivitas kakao. Ia menjelaskan bahwa produksi kakao di Aceh saat ini tercatat mencapai 10.533 ton per tahun, dengan produktivitas rata-rata 905 kilogram per hektar yang dikelola oleh sekitar 2.651 kepala keluarga petani. Fahrurrozi menekankan bahwa untuk bersaing di pasar nasional dan internasional, kualitas biji kakao harus menjadi perhatian utama, terutama dalam hal pengolahan pasca panen seperti fermentasi dan penyimpanan. Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara yang aktif melibatkan petani dalam kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga edukatif dan mendorong inovasi dari tingkat akar rumput.

Acara turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Wakil Bupati Aceh Tenggara, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) terpilih Kasri Selian, para asisten dan staf ahli Bupati, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta mitra pembangunan seperti Cristina Rini selaku Program Manager Swisscontact, perwakilan organisasi non-pemerintah, dan beberapa perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah Aceh Tenggara. Kedatangan para tokoh dan mitra pembangunan ini menunjukkan besarnya dukungan serta komitmen lintas sektor terhadap pengembangan kakao sebagai komoditas unggulan daerah.

Dewan juri dalam kontes ini menilai produk kakao berdasarkan sejumlah indikator kualitas, baik secara fisik buah maupun mutu biji. Penilaian fisik meliputi bentuk dan ukuran buah yang seragam, warna kulit sesuai dengan varietas, serta tidak adanya cacat yang disebabkan oleh penyakit atau hama. Sedangkan dari segi biji, diperhatikan jumlah biji per buah, bobot biji basah, kepenuhan biji, serta kebersihannya dari unsur penyakit. Standar yang digunakan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman kepada petani tentang pentingnya kualitas sejak di tingkat budidaya, sebelum masuk ke tahap pengolahan dan pemasaran.

Kontes Kakao Hebat ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang tahunan semata, tetapi menjadi tonggak baru dalam menguatkan posisi kakao Aceh Tenggara sebagai komoditas strategis yang mampu bersaing di pasar global. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendampingi petani melalui pelatihan, akses pasar, serta kolaborasi dengan lembaga-lembaga pembangunan demi menciptakan ekosistem pertanian yang maju, berkelanjutan, dan inklusif.

Laporan : Edi Sahputra

Berita Terkait

Polisi Bersama Masyarakat, Polsek Bukit Tusam Gencarkan Patroli K2YD dan Edukasi Bahaya Karhutla
Cegah Karhutla Sejak Dini, Polsek Bukit Tusam Ajak Warga Jaga Hutan Tanpa Membakar
Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolres Aceh Tenggara Tinjau Tanggul Jebol, Bantu Warga dan Dirikan Tenda Pengungsian
Polisi Bersama Masyarakat, Strong Point Pagi Polres Aceh Tenggara Hadirkan Keamanan dan Kelancaran Lalu Lintas
Polisi Bersama Masyarakat, Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Pria 60 Tahun dengan 11 Paket Sabu
Polisi Bersama Masyarakat, Polsek Babul Rahmah Gencarkan Patroli dan Sosialisasi Cegah Karhutla
Respons Cepat Brimob Polda Aceh, Bantu Bersihkan Rumah Warga Terdampak Banjir di Aceh Tenggara
Polisi Bersama Masyarakat, Cegah Karhutla, Polsek Bukit Tusam Gencarkan Patroli K2YD dan Edukasi Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:11 WIB

TMMD ke-130 TA 2026 Resmi Dibuka di Gayo Lues, Fokus Bangun Infrastruktur dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Pembukaan TMMD ke-130 TA 2026, Kodim 0113/Gayo Lues Salurkan Bantuan Sembako kepada Warakawuri dan Masyarakat Kurang Mampu

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:44 WIB

JUMAT BERKAH BRIMOB POLDA ACEH, BERBAGI DAN MEMBANTU MASYARAKAT TERDAMPAK BANJIR DI GAYO LUES

Jumat, 4 September 2026 - 15:46 WIB

Sabu 0,64 Gram Ditemukan di Bawah Kaki, Pria 35 Tahun Diamankan Satreskoba Polres Gayo Lues

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:46 WIB

Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:52 WIB

9 BULAN PASCA-LONGSOR: Hak Sewa Alat Berat Mandeg, Realisasi Janji Darurat BPBD Gayo Lues Dipertanyakan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:41 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Tangkap Pengedar Sabu, Amankan 19 Paket Narkotika Seberat 4,34 Gram

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:32 WIB

PT Hopson Diduga Beroperasi Ilegal di Malam Hari, Polda Aceh Diminta Segera Menyegel

Berita Terbaru