TAKALAR//Timeindonesia.com – Sebuah momentum hangat yang mempertemukan kreativitas lokal dan komitmen pemerintahan terjadi di Kabupaten Takalar pada Senin (15/06/2026). Ibrahim, S.Pd., seorang pelukis berbakat asal Takalar, secara khusus mempersembahkan sebuah karya lukis spesial kepada Bupati Takalar, Firdaus Daeng Manye. Penyerahan yang berlangsung penuh keakraban ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah simbol apresiasi sekaligus dukungan nyata dari insan seni terhadap arah pembangunan daerah yang tengah berjalan.
Karya seni yang diserahkan tersebut menampilkan sosok Bupati Daeng Manye dalam balutan nuansa artistik khas yang sarat makna mendalam. Melalui goresan kuasnya, Ibrahim berhasil memadukan estetika visual dengan representasi harapan masyarakat akan kemajuan Kabupaten Takalar di masa depan. Bagi Ibrahim, lukisan ini adalah wujud penghargaan atas dedikasi pemerintah daerah, sekaligus pemantik sinergi agar sektor seni budaya tidak luput dari arus modernisasi pembangunan. “Melalui karya ini, saya ingin menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar Takalar terus berkembang dan semakin dikenal melalui berbagai potensi yang dimiliki, termasuk seni dan budaya,” ungkap Ibrahim.
Merespons apresiasi tersebut, Bupati Takalar Firdaus Daeng Manye menyambut hangat dan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memandang seni bukan sekadar hiasan, melainkan pilar penting dalam memperkuat identitas budaya dan media komunikasi positif bagi masyarakat. Daeng Manye juga menegaskan komitmennya untuk terus menyelaraskan pembangunan infrastruktur dengan pengembangan sumber daya manusia berbasis kearifan lokal. “Ini merupakan bentuk kreativitas yang patut diapresiasi. Pemerintah Kabupaten Takalar akan terus mendukung perkembangan seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia serta pelestarian kearifan lokal,” tuturnya.
Di sisi lain, momentum ini juga memantik diskusi menarik di kalangan pemerhati kebijakan publik mengenai pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan ruang apresiasi bagi pekerja kreatif. Kehadiran lukisan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari bagaimana pemerintah mampu merangkul dan memberi ruang bagi ekspresi warganya. Sinergi seperti inilah yang diharapkan dapat terus terjaga secara objektif demi kemajuan Takalar yang inklusif.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa karya seni mampu menjadi jembatan komunikasi yang sangat efektif antara masyarakat dan jajaran pemerintahan. Melalui langkah awal yang dilakukan oleh Ibrahim, S.Pd., diharapkan ke depannya akan lahir lebih banyak seniman lokal yang berani unjuk gigi. Dukungan konsisten dari pemerintah daerah tentunya menjadi kunci utama agar potensi seni, budaya, dan pariwisata Kabupaten Takalar dapat terus berkembang serta dikenal luas di kancah nasional maupun internasional.
(Haris ombel)

































