Emak Emak “Geruduk” Polsek Tanjung Morawa, Desak Usut Dugaan Pembiaran di Balik Penyerangan Markas FKPPI

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:52 WIB

5088 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJUNG MORAWA

Aksi puluhan emak-emak “geruduk” Polsek Tanjung Morawa menjadi lanjutan dari rangkaian peristiwa penyerangan Kantor Sub Rayon dan Markas Rayon 0202.02 KB FKPPI Tanjung Morawa.

Mereka menuntut aparat mengusut secara menyeluruh dugaan adanya pembiaran yang dinilai membuka ruang bagi terjadinya aksi penyerangan hingga berlanjut pada penembakan rumah warga, kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut keterangan yang disampaikan massa aksi, sebelum insiden terjadi, sekelompok orang yang diduga membawa senjata tajam, senjata api, dan bom molotov disebut telah berkumpul di kawasan Kota Tanjung Morawa sejak sekitar pukul 22.24 WIB.

Kelompok tersebut kemudian bergerak menuju lokasi sekitar pukul 01.09 WIB.
Di waktu yang hampir bersamaan, kader FKPPI yang berjaga di markas disebut telah diminta membubarkan diri oleh seorang petugas kepolisian.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan massa, petugas meyakinkan situasi telah aman sehingga seluruh kader yang berjaga memilih pulang ke rumah masing-masing sekitar pukul 01.00 WIB.

Namun, sekitar pukul 01.45 WIB, markas FKPPI justru diserang secara brutal. Massa aksi mengklaim para pelaku datang dari arah jalan kota dan melakukan perusakan, pembakaran, serta dugaan penembakan.

Mereka juga mempertanyakan tidak terlihatnya patroli keamanan di lokasi saat serangan berlangsung, padahal sebelumnya patroli disebut cukup intensif.

Menurut kronologi yang disampaikan pendemo, mobil patroli kepolisian baru tiba sekitar pukul 02.16 WIB setelah aksi penyerangan berlangsung.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan di kalangan warga dan keluarga FKPPI bahwa terdapat unsur kelalaian atau pembiaran yang perlu diusut secara objektif.

Hingga kini, dugaan tersebut masih berupa klaim dari pihak pendemo dan memerlukan pembuktian melalui penyelidikan resmi.

Melalui aksi damai tersebut, para emak-emak meminta kepolisian melakukan penyelidikan secara profesional, transparan, dan tidak memihak.

Mereka berharap seluruh pihak yang terlibat dalam penyerangan, termasuk apabila ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur oleh oknum aparat, diproses sesuai ketentuan hukum demi mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat.(red)

Berita Terkait

Klarifikasi Resmi: Karutan Kelas I Medan Tegaskan Video Aktivitas Terlarang di Rutan Tidak Benar dan Tanpa Dasar
Lapas Sibolga Gandeng Pemkot dan Perguruan Tinggi Kembangkan Budidaya Ikan untuk Ketahanan Pangan
Kemenimipas Salurkan Bantuan bagi Terdampak Gempa Flores, Dirjenpas Tinjau Kondisi Rutan Ruteng
NARASI “BELASAN HP, LODES, NARKOBA HINGGA JUAL-BELI KAMAR RUTAN TANJUNG GUSTA” DINILAI HOAKS
Gudang dan Bengkel Dibobol Maling, Warga Tanjung Mulia Hilir Resah
Rutan 1 Medan Kembali Diserang Isu Hoaks, Video di Medsos Dipertanyakan Asal-usulnya
Sambut HUT ke-81 RI, AJMI dan PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumut Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih di Medan
Dukung APRC Sumut 2026, PTPN IV PalmCo Berkolaborasi Majukan Pariwisata Olahraga dan UMKM Lokal

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 15:17 WIB

Strong Point Pagi Hari, Personel Polres Aceh Tenggara Perkuat Pengaturan Lalu Lintas di Titik Rawan

Senin, 21 September 2026 - 14:30 WIB

Polres Aceh Tenggara Tingkatkan Kesiapsiagaan, Hadapi Potensi Bencana dengan Respons Cepat

Jumat, 18 September 2026 - 11:55 WIB

Di Tengah Musibah, Kapolres dan Bupati Aceh Tenggara Hadir Menguatkan Korban Kebakaran

Kamis, 17 September 2026 - 20:00 WIB

46 Knalpot Brong Dimusnahkan, Polres Aceh Tenggara Tegaskan Komitmen Tertib Berlalu Lintas

Rabu, 16 September 2026 - 15:36 WIB

Puluhan Paket Sabu Diungkap di Aceh Tenggara, LSM Kompak Apresiasi Kinerja Kapolres Aceh Tenggara

Rabu, 16 September 2026 - 09:33 WIB

Perkuat Kolaborasi, Kapolres Aceh Tenggara Silaturahmi ke Kemenag dan Tandatangani MoU

Rabu, 16 September 2026 - 02:50 WIB

Bimtek P3K Se Aceh Tenggara, di Beri Rp50.000. SHS Bupati Rp 100.00.

Selasa, 15 September 2026 - 12:01 WIB

Kasat Binmas Polres Aceh Tenggara Ajak Pelajar Kejar Cita-Cita dan Jauhi Kenakalan Remaja

Berita Terbaru

Daerah

IKADIN Bela Imunitas Advokat dalam Menjalankan Tugas Profesi

Selasa, 22 Sep 2026 - 21:09 WIB