TAKALAR// Timeindonesi.com – Pertambahan usia bagi seorang pemimpin sejatinya bukan sekadar penanda waktu, melainkan momentum krusial untuk merefleksikan jejak pengabdian dan mengukur dampak nyata bagi masyarakat. Di usia ke-59 tahun ini, Bupati Takalar, H. Ir. Mohammad Firdaus, MM Daeng Manye, hadir membawa corak kepemimpinan yang adaptif dan visioner. Beliau tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi secara fundamental juga merestrukturisasi budaya kerja, pola pikir (mindset), serta menyuntikkan semangat perubahan yang berbasis data (data-driven policy) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar.(13/7/2026)
Gaya kepemimpinan Daeng Manye yang menolak bersandar pada asumsi melainkan pada akurasi data, dinilai sangat berkelindan dengan dunia pendidikan. Bagi para praktisi pendidikan, pendekatan ini menyerupai siklus pembelajaran ideal yang meliputi perencanaan matang, asesmen, refleksi, hingga evaluasi berkelanjutan. Atas konsistensinya menerapkan prinsip peningkatan mutu secara terus-menerus dan menjadi teladan bagi aparatur di bawahnya, tidak berlebihan jika sosoknya kerap dipandang sebagai “guru bagi para guru”, yang mengajarkan bahwa perubahan besar selalu bermula dari cara berpikir yang benar dan keberanian bertindak.
Pendekatan manajerial yang sistematis tersebut kini mulai membuahkan hasil nyata dan diakui di level regional maupun nasional. Di bawah komando Daeng Manye, dunia pendidikan Kabupaten Takalar menorehkan lompatan prestasi yang membanggakan sepanjang tahun 2026. Takalar sukses mengamankan Peringkat 2 Nasional dalam Pengelolaan Program Indonesia Pintar (PIP), menyabet Peringkat 1 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan se-Sulawesi Selatan dengan predikat “Tuntas Madya”, serta dianugerahi Penghargaan Nasional Hari Pendidikan Nasional 2026 atas dedikasi dan inovasi mutakhirnya.
Kendati apresiasi mengalir deras, rilis ini juga menggarisbawahi bahwa rentetan prestasi tersebut merupakan buah dari sinergitas kolektif. Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras lintas sektor yang melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para pengawas, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh lapisan masyarakat Takalar. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa visi yang kuat dari seorang kepala daerah dan kemampuannya membangun ekosistem kerja yang sehat menjadi katalisator utama yang mengubah tantangan keterbatasan fiskal daerah menjadi pemantik inovasi, kreativitas, dan kolaborasi tanpa batas.
Sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur atas kepemimpinan yang inspiratif ini, segenap insan pendidikan di Kabupaten Takalar secara khusus menyampaikan ucapan selamat ulang tahun yang ke-59 kepada Bapak Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye. Momentum ini diiringi doa dan harapan agar beliau senantiasa dianugerahi kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam memimpin. Semoga kepemimpinan beliau yang sarat akan nilai disiplin dan optimisme ini terus konsisten memperkuat roda perubahan, membawa Takalar menuju daerah yang semakin maju, berdaya saing, serta sukses melahirkan generasi emas yang cerdas dan berkarakter.
( Haris ombel )

































