Timeindonesia.com// Takalar – Wakil Bupati Takalar, Hengky Yasin, membuka secara resmi Webinar Nasional bertajuk “Kurban Syar’i Dan Sehat” yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini dirangkaikan dengan praktik tata cara pemotongan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul adha 1447 Hijriah. Acara ini diselenggarakan oleh Badan Pengurus Nasional Kerukunan Keluarga Takalar Panrannuangku (BPN KKTP) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Takalar dan Kemenag Takalar.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Hengky Yasin, yang hadir didampingi Sekretaris Daerah Takalar Muhammad Hasbi, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan edukatif ini. Pihaknya menilai kolaborasi ini sangat penting, khususnya bagi panitia kurban, agar memahami tata cara pemotongan hewan yang benar. “Kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat agar pelaksanaan pemotongan hewan kurban berjalan sesuai syariat Islam serta memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan,” ujar Hengky.
Dari pihak penyelenggara, Ketua Umum BPN KKTP, Hasanuddin Tisi Daeng Lewa, bersama Sekretaris Jenderal, A. Muktadir Taiyeb Daeng Rurung, berharap webinar ini dapat menjadi sarana edukasi yang efektif bagi masyarakat luas. Mereka menekankan bahwa pemahaman yang merata mengenai standar kesehatan dan ketentuan agama sangat krusial agar pelaksanaan ibadah kurban di lapangan dapat berjalan dengan aman, higienis, dan sesuai dengan tuntunan syariat.
Apresiasi senada juga datang dari Ketua BPP KKSS, Prof. Syakir, yang menilai pelatihan kurban syar’i dan sehat inisiasi KKTP ini sebagai langkah strategis dalam memberikan edukasi yang bermakna sosial bagi umat Islam. Dalam pandangannya, kegiatan ini tidak hanya sekadar ritual, melainkan juga simbol ketaatan. “Pesan kurban adalah umat Islam dalam berkurban tidak ada spektrum yang berkurang, namun justru memancarkan spektrum sosial dan bentuk ketaatan akidah,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, sinergi antara pemerintah daerah, instansi keagamaan, dan organisasi kemasyarakatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat dalam penanganan hewan kurban. Dengan adanya pembekalan teori dan praktik langsung, seluruh pihak optimis bahwa pelaksanaan ibadah Idul adha 1447 H di Kabupaten Takalar dan sekitarnya akan berjalan lebih tertib, sehat, serta memenuhi segala aspek kelayakan syariat Islam.
































