GRIB Jaya Medan Kembali Menyambangi Junaidi, Pastikan Bantuan Berdampak Nyata bagi Perubahan Hidup Keluarga yang Sempat Terpuruk
MEDAN
Kisah haru keluarga Junaidi, warga bantaran Sungai Deli Marelan yang pernah hidup dalam kondisi kemiskinan ekstrem, kini memasuki babak baru yang penuh harapan.
Setelah sebelumnya membantu menyekolahkan dua anaknya yang sempat putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi serta menyediakan mesin kompresor tambal ban baru sebagai pengganti yang hilang, DPC GRIB Jaya Kota Medan kembali menunjukkan komitmen kepeduliannya.
Pada Jumat pagi (31/07/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, atas arahan Pembina DPC GRIB Jaya Kota Medan bersama Ketua Rudi Ginting, Bendahara Rio Siahaan, dan Sekretaris Cabang Drs. Yoyib Marbun, Ketua OKK DPC GRIB Jaya Kota Medan Dudi Efni Pasaribu kembali menyambangi kediaman Junaidi di bantaran Sungai Deli Marelan.
Kunjungan tersebut tidak hanya bersifat silaturahmi, tetapi juga untuk memastikan bahwa bantuan yang telah disalurkan benar-benar memberikan dampak nyata serta menghadirkan kembali harapan bagi keluarga yang sebelumnya berada dalam keterbatasan.
Sebelumnya, kondisi Junaidi sempat menjadi perhatian publik. Ia kehilangan mesin kompresor yang menjadi satu-satunya sumber penghasilan.
Di sisi lain, kedua anaknya tidak dapat melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya.
Rumah yang mereka tempati pun hanya berupa gubuk reyot dari kardus dan papan bekas yang tidak layak huni.
Bahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan, keluarga ini sempat harus menjual adonan telur yang dimiliki.
Melihat kondisi tersebut, DPC GRIB Jaya Kota Medan bergerak cepat. Tim turun langsung ke lokasi, kemudian membawa kedua anak beserta orang tua mereka untuk kembali didaftarkan ke sekolah. Seluruh biaya pendidikan hingga tamat Sekolah Dasar ditanggung, termasuk penyediaan seragam, tas, sepatu, buku, serta perlengkapan sekolah lainnya.
Tidak hanya itu, satu unit mesin kompresor baru juga dibelikan agar Junaidi dapat kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarganya secara layak.
Penyerahan bantuan tersebut turut disaksikan oleh unsur pemerintah setempat, antara lain camat, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat kelurahan, serta masyarakat sekitar.
Kini, saat rombongan kembali melakukan kunjungan, suasana yang berbeda sangat terasa.
Senyum yang sebelumnya hampir hilang kini kembali terlihat di wajah Junaidi, istri, dan kedua anaknya. Harapan yang sempat meredup perlahan kembali tumbuh.
Dengan mata berkaca-kaca, Junaidi menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Suaranya bergetar menahan haru saat mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran DPC GRIB Jaya Medan.
“Alhamdulillah, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT dan kepada seluruh jajaran GRIB Jaya Medan. Kami tidak pernah membayangkan akan ada pihak yang datang membantu kami seperti keluarga sendiri. Anak-anak kami kini bisa kembali bersekolah, dan saya dapat kembali bekerja mencari nafkah. Kebaikan GRIB Jaya Medan tidak akan pernah kami lupakan. Terima kasih, terima kasih atas segala bantuannya. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang berlipat ganda,” ujar Junaidi dengan suara lirih sambil menunduk haru.
Di sisi lain, sang istri juga tidak mampu membendung air mata. Isaknya pecah saat menyampaikan ungkapan terima kasih kepada para pengurus GRIB Jaya Medan.
“Alhamdulillah, terima kasih ya Allah… terima kasih kepada GRIB Jaya Medan. Dulu kami sering menangis karena tidak tahu harus berbuat apa. Anak-anak ingin sekolah, tetapi kami tidak memiliki biaya. Sekarang mereka bisa berangkat sekolah dengan seragam baru, dan suami saya kembali bekerja. Terima kasih, terima kasih banyak… kami hanya bisa berdoa semoga seluruh pengurus selalu dalam lindungan Allah SWT,” tuturnya sambil terisak.
Ketua OKK DPC GRIB Jaya Kota Medan, Dudi Efni Pasaribu, menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat merupakan amanah organisasi yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Kami hanya ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat dan keluarga Pak Junaidi kembali memiliki semangat untuk menjalani kehidupan. Alhamdulillah, melihat mereka kembali tersenyum adalah kebahagiaan bagi kami. Semoga ini menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi mereka,” ujarnya.
Kisah Junaidi menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat menghadirkan harapan baru bagi keluarga yang tengah menghadapi kesulitan.
Dari sebuah gubuk kardus di bantaran Sungai Deli, kini kembali tumbuh mimpi dua anak untuk meraih pendidikan dan masa depan yang lebih baik, sementara sang ayah kembali memiliki kesempatan untuk mencari nafkah dengan lebih bermartabat.(AVID)

































