Menghidupkan Kembali Denyut Seni Tradisional Pulau: Perjuangan Priscilia Merajut Warisan Budaya Nusantara 

Husaini nappu

- Redaksi

Senin, 28 September 2026 - 06:37 WIB

5018 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo // Time Indonesia.com — Di tengah arus modernisasi yang kian deras, denyut nadi kebudayaan lokal sering kali perlahan melemah di ingatan generasi penerus. Namun, di ujung-ujung pulau terpencil, kepedulian yang tulus masih terus bersemi dari tangan-tangan orang yang berdedikasi. Priscilia, atau yang akrab disapa Cici, seorang seniman yang konsisten bergeliat mengembangkan seni di Labuan Bajo, membuktikan bahwa kecintaan pada budaya leluhur mampu merajut kembali harmoni yang mulai memudar.

Melalui sebuah inisiatif mulia, Cici mengusung program pelestarian yang dirancang khusus untuk mengangkat kembali kesenian tradisional masyarakat pulau. Tujuannya sederhana namun mendalam: agar khazanah seni warisan leluhur tidak sekadar menjadi arsip sejarah, melainkan dapat kembali dipelajari, ditarikan, dan dibanggakan oleh generasi muda masa kini yang menjadi pewaris sah kebudayaan tersebut.

Perjalanan mewujudkan mimpi besar ini tentu tidak luput dari ujian alam. Rencana awal kegiatan yang sejatinya dijadwalkan pada bulan Februari di Pulau Longos terpaksa harus ditunda. Cuaca ekstrem saat itu—ditandai dengan hujan deras, angin kencang, serta ombak besar—membuat panitia harus mengambil keputusan bijak demi keselamatan bersama, hingga akhirnya diputuskan untuk menjadwalkan ulang kegiatan ini pada bulan Juli 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tantangan tersebut kembali diuji saat panitia melaksanakan observasi lapangan. Kondisi angin dan gelombang laut yang masih sangat kencang sempat menghadirkan kekhawatiran tersendiri di benak tim panitia. Kendati demikian, berkat keteguhan niat dan kerja keras seluruh pihak, hambatan alam tersebut berhasil dilalui, dan perhelatan budaya yang dinanti-nanti ini akhirnya sukses terlaksana pada Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi semakin istimewa karena menghadirkan ragam kesenian lintas daerah dan suku yang merepresentasikan kekayaan Nusantara. Sejumlah tarian agung yang diangkat di antaranya adalah Tari Pamancak dari Bima serta Pamancak dari Sulawesi Selatan, dipadu dengan keindahan tarian khas Manggarai seperti Tiba Meka, Rangkuk Alu, Caci, hingga tarian khas Suku Bajo.

Secara keseluruhan, perhelatan ini merangkul kekayaan budaya dari empat suku besar yang hidup berdampingan secara harmonis di wilayah pesisir dan kepulauan. Kesenian dari Suku Bugis, Suku Bima, Suku Manggarai, dan Suku Bajo dipentaskan dalam satu panggung kebersamaan, memperlihatkan betapa indahnya keberagaman yang disatukan oleh semangat persaudaraan dan pelestarian seni.

Keberhasilan program ini juga tidak terlepas dari dukungan strategis melalui program Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan tahun 2025 yang direalisasikan pada tahun 2026. Kolaborasi antara seniman, pemerintah, dan masyarakat ini diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan kebudayaan nusantara dari pulau-pulau terluar, menjaga marwah seni tradisi agar tetap hidup abadi di bumi pertiwi.

Berita Terkait

Temuan Ombudsman Dipertanyakan, DPP LPPI Jangan Mangada-ngada
“Wahdah Maslahat untuk Takalar Cepat”, Ketua Wahdah Islamiyah Takalar Siap Ungkap Peran dan Gagasan
Rapimnas PII 2026: Dorong Kolaborasi Lintas Kementerian hingga Sektor Desa
Rafly Jatilukito: Sampaikan Aspirasi dengan Damai, Jangan Rusak Perjuangan
Irigasi DI Pamukkulu Takalar Kembali Terhenti, Subkon Sebut Pembayaran Material dan Upah Menunggak
Prof Sutan Nasomal : Tembak Mati Dan Tak Boleh Lepas Dari Hukum. Indonesia Di Serbu Menjadi Pasar Narkoba Dari WN Malaysia
Bupati Takalar Daeng Manye, Letakkan Batu Pertama Kantor Kecamatan Kepulauan Tanakeke
Presidium FRONTAL Jawa Timur Ajak Driver Sampaikan Aspirasi Secara Tertib dan Damai

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 06:39 WIB

Air Mata di Tepi Jalan Kota Medan: Ketika Karung Lusuh Nek Aminah Tak Cukup untuk Sepiring Nasi

Minggu, 27 September 2026 - 06:08 WIB

Lapas Sibolga Gelar Razia Gabungan Bersama APH, 31 Kamar Hunian Diperiksa

Sabtu, 26 September 2026 - 14:55 WIB

Buka Jalan Masa Depan, Lapas Sibolga Fasilitasi Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan

Jumat, 25 September 2026 - 08:22 WIB

Klarifikasi Resmi Isu Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong: Kakanwil Ditjenpas Jabar Sebut Lokasi Tersebut Rumah Dinas Asimilasi

Kamis, 24 September 2026 - 11:46 WIB

Perkuat Transformasi Digital, PTPN IV Raih Standar Internasional dan Tingkatkan Kematangan Tata Kelola TI

Rabu, 23 September 2026 - 19:06 WIB

Tampil Konsisten, Teh PalmCo Dominasi Penghargaan Utama National Tea Competition 2026

Rabu, 23 September 2026 - 17:34 WIB

Munjirin Buka Pembekalan 250 ASN Jaktim yang Akan Memasuki Masa Pensiun 2028–2029

Rabu, 23 September 2026 - 15:56 WIB

Lapas Sibolga Terima Kunjungan DPRD Kota Sibolga, Tinjau Langsung Pelayanan dan Program Pembinaan

Berita Terbaru

Uncategorized

Pemerintah Kabupaten Takalar MoU Dengan PT Taspen 

Senin, 28 Sep 2026 - 05:33 WIB