TAKALAR // TimeIndonesia.com— Pemerintah Kabupaten Takalar Mohammad Firdaus Daeng manye MM, terus bergerak cepat dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah, bersama jajaran pimpinan Bapenda yang Rusdi, S.Sos., M.Si., turun langsung melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah terpadu ini digelar untuk memastikan seluruh potensi penerimaan daerah terkawal dengan baik demi mengejar target PAD tahun anggaran ini yang ditetapkan sebesar Rp52 miliar. (15/10/2026)
Dalam pengarahannya, Bupati Takalar menekankan bahwa kunci utama keberhasilan peningkatan PAD terletak pada keakuratan dan sinkronisasi data wajib pajak. Proses pendataan ulang dan validasi data dinilai sangat krusial agar tidak ada potensi potensi pajak yang terlewat atau tumpang tindih. Dengan hadirnya basis data yang valid dan terintegrasi, pemerintah daerah dapat menetapkan potensi penerimaan secara presisi, akuntabel, serta memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi seluruh wajib pajak di Kabupaten Takalar.
Sementara itu, Kepala Bapenda Takalar, Rusdi, S.Sos., M.Si., menegaskan komitmen penuh seluruh jajarannya untuk memuat seluruh strategi terbaik demi merealisasikan target Rp52 miliar tersebut. Bapenda terus melakukan pembenahan tata kelola administrasi perpajakan serta mempermudah kanal-kanal pembayaran pajak secara digital.
Langkah ini diambil guna memberikan kemudahan aksesibilitas bagi masyarakat, sehingga proses penyetoran pajak dapat dilakukan dengan cepat, transparan, dan tanpa hambatan.
Di sisi lain, tingkat kepatuhan wajib pajak—baik perorangan maupun pelaku usaha—menjadi pilar sentral yang terus didorong secara berimbang.
Pemerintah Kabupaten Takalar menyadari bahwa peningkatan kepatuhan tidak bisa hanya mengandalkan imbauan, melainkan harus diimbangi dengan pelayanan publik yang prima serta transparansi pengelolaan anggaran. Melalui pendekatan persuasif dan edukatif, kesadaran masyarakat untuk menunaikan kewajiban perpajakan tepat waktu diharapkan tumbuh sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Melalui sinergi yang solid antara pimpinan daerah, jajaran Bapenda, dan kesadaran hukum masyarakat, target PAD Rp52 miliar optimistis dapat tercapai secara maksimal.
Bupati Takalar menegaskan bahwa setiap rupiah yang disetorkan oleh wajib pajak akan dikembalikan secara utuh kepada masyarakat melalui peningkatan kualitas sarana infrastruktur, fasilitas kesehatan, pendidikan, serta program pemberdayaan ekonomi yang menyentuh seluruh pelosok desa di Kabupaten Takalar. ( Haris Ombel)

































