TAKALAR // Time Indonesia.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Imbauan ini dikeluarkan menyusul penurunan kualitas udara di wilayah Takalar dalam beberapa hari terakhir akibat paparan cuaca ekstrem, debu, dan asap.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Nilal Fauziah, M.Kes., mengingatkan bahwa udara yang tercemar berpotensi memicu batuk, pilek, sesak napas, hingga iritasi mata dan tenggorokan. Ancaman gangguan pernapasan ini dinilai makin berisiko bagi kelompok rentan, seperti balita, ibu hamil, lansia, serta penderita asma.
Sebagai langkah pencegahan awal, Dinkes Takalar mewajibkan warga mengimbangi aktivitas di luar rumah dengan penggunaan masker, terutama di area jalan raya dan kawasan tinggi debu. Selain itu, masyarakat disarankan mengurangi kegiatan di luar ruangan jika tidak mendesak guna meminimalkan paparan partikel berbahaya.
Untuk menjaga daya tahan tubuh, warga dianjurkan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan mengonsumsi makanan bergizi, buah, sayur, minum air putih yang cukup, serta beristirahat dengan teratur. Langkah preventif Mandiri ini penting dilakukan guna membendung penularan infeksi pernapasan sejak dini dari lingkungan keluarga.
Dinkes Takalar memastikan terus memantau situasi di lapangan serta berkoordinasi lintas pihak untuk mengantisipasi dampak buruk kondisi lingkungan. Apabila masyarakat mengalami gejala pernapasan yang tak kunjung membaik, dr. Nilal mengimbau agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskesmas, Pustu, dan rumah sakit. ( Haris ombel )

































