Bali, 15 April 2026 —
Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Medan, Kriston Napitupulu, bersama Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Utara Yudi Suseno serta Kepala Seksi Bimbingan Klien Dewasa Ruth Elisabeth Manik, berpartisipasi dalam kegiatan internasional World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 yang diselenggarakan di Bali.
Keikutsertaan delegasi Indonesia dalam forum bergengsi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi pemasyarakatan Indonesia di kancah global, sekaligus memastikan praktik pengawasan pemasyarakatan tetap selaras dengan standar Hak Asasi Manusia internasional.

Forum ini menekankan perlindungan kelompok rentan serta penghormatan terhadap martabat manusia dalam setiap proses hukum.
WCPP 2026 mengusung tema “Getting Smart on Justice: Healing Hearts and Safer Societies”.
Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan perkembangan global di bidang pemasyarakatan, pembebasan bersyarat, serta penerapan pidana alternatif.
Berbagai pendekatan non-pemenjaraan seperti diversi, pidana percobaan, pidana kerja sosial, pidana pengawasan, hingga pidana denda menjadi fokus pembahasan guna mewujudkan sistem peradilan yang lebih efektif, efisien, dan humanis.
Pertemuan internasional tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan sektor peradilan dari 44 negara, mulai dari Balai Pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan, kementerian terkait, lembaga sosial, universitas, organisasi masyarakat sipil, akademisi, peneliti, hingga praktisi pemasyarakatan dunia.
Seluruh peserta bersinergi untuk mentransformasi sistem pemasyarakatan global melalui pendekatan keadilan restoratif dan pertukaran inovasi lintas negara.
Partisipasi ini menjadi wujud nyata komitmen Bapas Kelas I Medan dalam mengakselerasi transformasi pemasyarakatan yang mengedepankan nilai kemanusiaan, adaptivitas, serta pemulihan sosial.
Upaya tersebut juga sejalan dengan agenda reformasi birokrasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional dan berorientasi pada masyarakat.
“Menjadi bagian dari dialog strategis antar 44 negara ini memberikan perspektif baru bagi kami dalam mengoptimalkan peran Pembimbing Kemasyarakatan. Fokus utama kami bukan hanya mengawasi, tetapi mendampingi proses perubahan. Sinergi internasional ini menjadi energi tambahan untuk terus berinovasi menghadirkan layanan pemasyarakatan yang modern, inklusif, dan berbasis hak asasi manusia,” ujar Kepala Bapas Kelas I Medan, Kriston Napitupulu.
Partisipasi dalam WCPP 2026 diharapkan mampu membawa praktik terbaik dunia ke Indonesia, sekaligus memperkuat peran pemasyarakatan sebagai pilar penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih aman, adil, dan berkeadilan sosial.(AVID/rel)
#BapasMedan
#BapasMedanHebat

































