Timeindonesia.com, Takalar – Suasana penuh khidmat dan kebahagiaan menyelimuti Kawasan Wisata Permandian Topejawa, Kecamatan Mangarabombang, saat 477 santri TK/TPA se-Kabupaten Takalar resmi diwisuda dalam acara Haflah Musyahadah yang digelar oleh DPD BKPRMI Takalar. Momentum sakral ini menjadi bukti nyata sinergi kuat antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan elemen masyarakat dalam melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia berbasis Al-Qur’an. Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Takalar, jajaran Forkopimda (perwakilan Dandim 1426 dan Kapolres Takalar), anggota DPRD Fraksi Golkar, perwakilan Kemenag, Kabag Kesra, BAZNAS, LAZISMU, pimpinan daerah Muhammadiyah dan NU, serta ratusan orang tua santri yang mendampingi prosesi pelantikan anak bangsa ini.
Wakil Bupati Takalar, H. Hengky Yasin, S.Sos., M.M., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya melihat besarnya generasi Qurani yang lahir dari pembinaan BKPRMI. Selaku pimpinan daerah, beliau menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada segenap pengurus BKPRMI Takalar, para petinggi, pembina, serta guru mengaji yang telah bekerja keras tanpa lelah mencetak generasi gemilang menuju Takalar yang lebih maju. Menurutnya, wisuda ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan bekal krusial bagi anak-anak untuk belajar akhlak, moral, serta berbakti kepada orang tua sebagai pondasi masa depan mereka.
Lebih lanjut, H. Hengky Yasin menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar Al-Qur’an, melainkan langkah awal untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an dan meningkatkan kualitas ibadah. Beliau berharap para santri terus konsisten menjaga shalat, menghormati orang tua, serta tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif di luar. “Kesuksesan bukan hanya soal kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan dalam beragama dan menjaga hubungan baik dalam kehidupan sosial,” ujarnya sembari memberikan ucapan selamat kepada seluruh santri yang berbahagia.
Apresiasi senada juga datang dari internal organisasi dan wilayah. Ketua DPD BKPRMI Takalar, Ustadz Abdullah Hasan, S.Pd., memuji dedikasi seluruh pembina di tingkat kecamatan yang tulus mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah. Sejalan dengan itu, Ketua DPW BKPRMI Provinsi Sulawesi Selatan, Ustadz Asri Said, S.T., M.M., mengingatkan para orang tua bahwa pendidikan anak tidak boleh berhenti di TK/TPA saja, melainkan harus terus dilanjutkan dengan pembinaan di masjid agar anak-anak tetap aktif, berilmu, dan menjadikan masjid sebagai tempat ramah anak yang dipenuhi generasi muda.
Dukungan penuh dari institusi vertikal keagamaan disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Takalar, H. Muhammad Afrizal, S.HI. Dirinya menegaskan bahwa Kemenag Takalar akan terus mengawal dan mendukung program-program keagamaan yang bertujuan membentuk karakter anak-anak yang religius, berakhlak baik, dan cinta terhadap Al-Qur’an. Kemeriahan acara ditutup dengan pemberian penghargaan bagi 10 santri terbaik serta pembina berprestasi dari Kecamatan Sanrobone dan Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel) yang dibacakan penuh semangat oleh Ketua DPK BKPRMI Sanrobone, Rismawati, S.Pd., S.H., menandai suksesnya pelantikan anak bangsa yang berakhlak mulia melalui Al-Qur’an.
































