MEDAN –
Jajaran Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Medan berkomitmen nyata dalam menyukseskan program prioritas nasional. Langkah ini diwujudkan melalui peluncuran Program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang diintegrasikan langsung dengan pembimbingan kemandirian bagi klien pemasyarakatan, bertempat di area Lahan Produktif Bapas Kelas I Medan, Senin (13/07/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Bapas Kelas I Medan, Bapak Kriston Napitupulu, ini diisi dengan penanaman 100 bibit pohon pepaya serta penebaran benih ikan air tawar. Sektor perikanan menjadi salah satu fokus utama dalam giat kali ini dengan rincian penebaran 500 benih ikan gurame dan 3000 benih ikan lele.
Kepala Bapas Kelas I Medan, Bapak Kriston Napitupulu, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret jajaran pemasyarakatan di daerah dalam mendukung penuh program Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Program prioritas ini berfokus pada penguatan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional yang dimulai dari pemanfaatan lingkungan sekitar.
“Melalui optimalisasi lahan produktif yang kita miliki, Bapas Medan tidak hanya ikut andil dalam ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadikan program ini sebagai wadah edukasi agrobisnis bagi para klien pemasyarakatan. Kami ingin membekali mereka dengan keterampilan nyata di bidang pertanian dan perikanan agar siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan produktif,” ujar Bapak Kriston Napitupulu di sela-sela kegiatan.
Melalui sinergi antara jajaran struktural, Pembimbing Kemasyarakatan (PK), dan klien pemasyarakatan, Bapas Kelas I Medan berharap program Ketapang ini dapat berjalan secara berkelanjutan. Hasil dari budidaya kebun dan perikanan ini nantinya diproyeksikan dapat memberikan dampak ekonomi positif sekaligus menjadi percontohan bagi program pembimbingan kemandirian yang adaptif terhadap kebutuhan nasional.(AVID/rel)

































