Bandung, Koharmatau, 26 Juli 2026 – Hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang terus berkembang menjadi kemitraan strategis yang saling menguatkan, termasuk di bidang pertahanan.
Di balik eratnya kerja sama tersebut, terdapat sosok-sosok prajurit terbaik yang dipercaya menjadi duta bangsa dalam forum pendidikan militer internasional. Salah satunya adalah Mayor Tek Mohamad Agung Akhadiat, B.Eng., M.Sc., yang mendapat kehormatan mengikuti Japan Air Self Defense Force Command and Staff Course (JASDF CSC) Angkatan ke-73 Tahun Akademik 2025–2026.
Kepercayaan tersebut bukan sekadar penugasan akademik, melainkan amanah besar untuk membawa nama baik TNI Angkatan Udara dan Indonesia di lingkungan pendidikan strategis Pasukan Bela Diri Udara Jepang. Melalui kompetensi, integritas, dan profesionalisme, Mayor Agung tampil sebagai representasi perwira TNI AU yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Pendidikan JASDF CSC diselenggarakan di Meguro, Tokyo, di bawah komando seorang Marsekal Madya JASDF. Program bergengsi ini diikuti oleh 51 perwira, terdiri atas personel JASDF, Japan Ground Self Defense Force, Japan Maritime Self Defense Force, serta tiga perwira mancanegara yang berasal dari Indonesia, India, dan Australia. Kehadiran Mayor Agung menjadi bukti kepercayaan yang terus diberikan kepada TNI AU dalam kerja sama pertahanan kedua negara.
Sejak awal pendidikan, seluruh peserta menjalani masa orientasi untuk membangun kebersamaan, memahami budaya akademik, serta membentuk karakter kepemimpinan yang adaptif. Momentum tersebut menjadi langkah awal dalam membangun jejaring profesional sekaligus mempererat hubungan antarpeserta dari berbagai latar belakang.
Selama mengikuti pendidikan, Mayor Agung menjalani beragam Field Study Program ke sejumlah satuan strategis pertahanan Jepang, mulai dari Air Defense Command, Yokota Air Base, Yokosuka Naval Base, Ground Component Command Camp Asaka, hingga berbagai instalasi pertahanan di Okinawa. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dalam memahami sistem pertahanan udara, laut, dan darat Jepang yang terintegrasi dengan unsur sekutu.
Pengalaman internasional semakin lengkap melalui kunjungan luar negeri yang menjadi bagian dari kurikulum pendidikan. Program tersebut membuka ruang pertukaran gagasan, memperluas wawasan strategis, serta memperkuat kerja sama keamanan regional di kawasan Indo-Pasifik.
Salah satu tahapan paling menantang adalah Joint Operation Course, yaitu latihan perencanaan operasi gabungan tiga matra yang berlangsung selama empat bulan. Dalam kegiatan ini, para peserta diasah untuk berpikir strategis, mengambil keputusan secara tepat, dan menyusun konsep operasi terpadu dalam menghadapi berbagai dinamika ancaman modern.
Dengan total 1.848 jam pelajaran, pendidikan JASDF CSC menuntut kemampuan akademik, kepemimpinan, dan daya analisis yang tinggi. Mayor Agung tidak hanya mengikuti perkuliahan bersama perwira Jepang, tetapi juga aktif berdiskusi, melakukan penelitian, menyusun karya tulis ilmiah, hingga menyampaikan berbagai gagasan strategis dalam bahasa Jepang.
Kualitas pendidikan semakin kuat karena materi diberikan oleh para instruktur terbaik, mulai dari pejabat internal JASDF, Kementerian Pertahanan Jepang, hingga profesor universitas ternama dan praktisi dari berbagai institusi nasional maupun internasional. Lingkungan akademik tersebut membentuk pola pikir yang terbuka, kritis, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan pertahanan masa depan.
Puncak keberhasilan Mayor Agung ditandai dengan diraihnya Certificate of Excellence dari Kepala Staf JASDF. Penghargaan bergengsi ini diberikan atas keberhasilannya menunjukkan pemahaman yang komprehensif terhadap aspek strategis, operasional, dan pertahanan udara, serta kontribusinya yang aktif dalam berbagai forum diskusi dan analisis.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi pengakuan atas kemampuan perwira TNI AU untuk berkompetisi di lingkungan pendidikan militer internasional yang memiliki standar akademik tinggi. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut memperkuat citra positif Indonesia sebagai mitra strategis yang memiliki sumber daya manusia pertahanan yang profesional dan berkualitas.
Menjelang akhir pendidikan, Mayor Agung turut berpartisipasi dalam Seminar Internasional yang dihadiri perwira angkatan udara dari 32 negara serta perwakilan NATO. Forum tersebut membahas isu-isu strategis seperti operasi gabungan, pertahanan siber dan antariksa, industri pertahanan, pengembangan organisasi, hingga tantangan regenerasi personel, sekaligus menjadi wadah diplomasi pertahanan yang bernilai tinggi.
Di luar aktivitas akademik, Mayor Agung juga memanfaatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat budaya Jepang melalui berbagai agenda, seperti JSDF Music Festival dan pertandingan Grand Sumo, serta aktif mendukung kegiatan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, khususnya bersama Atase Pertahanan. Kiprah tersebut mencerminkan bahwa seorang prajurit tidak hanya dituntut unggul dalam kemampuan militer, tetapi juga mampu menjadi duta bangsa yang membangun persahabatan, mempererat diplomasi, dan mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.
Rekam jejak prestasi Mayor Tek Mohamad Agung Akhadiat, B.Eng., M.Sc., semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu perwira TNI Angkatan Udara yang memiliki kapasitas akademik dan profesional bertaraf internasional. Konsistensi dalam meraih prestasi di berbagai lembaga pendidikan dunia menjadi bukti bahwa kompetensi, dedikasi, dan semangat belajar merupakan fondasi utama dalam setiap pengabdiannya kepada bangsa dan negara.
Di bidang akademik, Mayor Tek Mohamad Agung Akhadiat, B.Eng., M.Sc., berhasil meraih predikat Cum Laude pada Program Magister Advanced Engineering Materials di University of Manchester, Inggris, pada tahun 2015. Prestasi tersebut menunjukkan kemampuan intelektual yang unggul sekaligus menjadi bekal penting dalam mendukung penguasaan teknologi dan pengembangan kemampuan pemeliharaan alutsista TNI Angkatan Udara.
Prestasi internasional lainnya diraih saat mengikuti Aircraft Structure Maintenance (ASM) Course di Florida, Amerika Serikat, periode September 2016 hingga Januari 2017, dengan memperoleh penghargaan Recognition of Outstanding Academic Achievement sebagai siswa terbaik. Atas keberhasilan tersebut, pada tahun 2018 Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S. E., M.M. Bang memberikan penghargaan khusus sebagai bentuk apresiasi atas pencapaiannya sebagai lulusan terbaik ASM Course USAF sekaligus keberhasilannya meraih predikat Cum Laude di University of Manchester.
Rangkaian prestasi ini melengkapi keberhasilannya memperoleh Certificate of Excellence pada JASDF Command and Staff Course Jepang, sekaligus menegaskan kiprahnya sebagai perwira TNI AU yang mampu mengharumkan nama Indonesia melalui keunggulan akademik, profesionalisme, dan diplomasi pertahanan di tingkat global.
(Pen Koharmatau)

































