TAKALAR // TimeIndonesia.com — Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Drs. Ahmad Rivai, SE., M.Si., sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Takalar. Pelantikan yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar pada Jumat (9/10/2026) sore ini sekaligus mengakhiri kekosongan jabatan setelah ditinggalkan oleh pejabat sebelumnya, Dr. H. Muhammad Hasbi, S.STP., M.AP., yang berpindah tugas ke Pemkot Makassar.
Dalam sambutannya, Daeng Manye mengapresiasi kecepatan proses pengisian jabatan definitif yang dapat diselesaikan hanya dalam waktu tiga hari berkat koordinasi lintas instansi. Ia menuntut Sekda baru untuk bertindak sebagai “mahapatih” atau penggerak utama birokrasi yang mampu menerjemahkan instruksi kepala daerah, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta merespons kebutuhan masyarakat secara cepat (fast response).
Meski memimpin di tengah tantangan tekanan fiskal—termasuk beban utang daerah sekitar Rp313 miliar dan efisiensi anggaran mencapai Rp160 miliar—Bupati menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berinovasi. Ia mendorong jajaran pemerintah daerah untuk memanfaatkan keterbatasan ini sebagai momentum mendobrak kendala, mengoptimalkan potensi sektor kelautan hingga pertanian, serta menarik investasi seluas-luasnya ke Takalar.
Selain strategi fiskal, Daeng Manye juga memberikan atensi khusus pada pembenahan tata kelola dan optimalisasi aset daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia mencontohkan keberhasilan penyelesaian sengketa tiga sekolah di Patekene, Galesong, dan Takalar Lama yang sempat disegel warga, sebagai bukti nyata bahwa penyelesaian masalah aset sangat krusial demi menyelamatkan hak pendidikan generasi masa depan.
Lebih lanjut, iklim investasi yang kondusif, transparan, dan bebas dari prosedur berbelit-belit turut menjadi sorotan agar roda perekonomian daerah terus bergerak. Sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai mutlak diperlukan untuk menciptakan ekosistem usaha yang sehat.
Pada kesempatan yang sama, Bupati turut memaparkan rencana transformasi sistem penilaian kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis meritokrasi. Ke depan, sekitar 60 persen komponen Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) akan dikaitkan langsung dengan prestasi dan kontribusi nyata, guna memotivasi birokrasi agar bekerja lebih produktif dan berorientasi pada hasil.
Melalui pelantikan Ahmad Rivai ini, Pemkab Takalar optimistis roda pemerintahan dapat berjalan semakin solid dan adaptif. Kehadiran Sekda definitif diharapkan mampu mempercepat transformasi daerah, mengoptimalkan pelayanan publik, serta membawa Kabupaten Takalar melangkah lebih cepat di tengah berbagai tantangan pembangunan. ( Haris ombel )

































