LANGKAT
Kepemimpinan seorang kepala desa diuji bukan hanya dari seberapa banyak infrastruktur yang berdiri, tetapi dari seberapa erat ia mampu menyatukan hati warganya.
Di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat, Kepala Desa Sumiran membuktikan bahwa pendekatan humanis dan kebersamaan adalah kunci utama dalam merawat kerukunan masyarakat.
Di tengah kesibukannya mengurus administrasi desa yang luas, ia konsisten hadir di tengah warga melalui berbagai kegiatan sosial keagamaan yang merata di setiap dusun.
Salah satu program yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah pengajian akbar keliling yang rutin diadakan setiap bulan. Melalui kegiatan ini, warga dari berbagai dusun dapat berkumpul, bersilaturahmi, dan memperkuat nilai-nilai keagamaan secara bersama-sama.
Tidak hanya itu, kepedulian sosial juga ditunjukkan tatkala ada warga yang berpulang, di mana tradisi tahlil akbar digelar agar satu desa turut mendoakan yang telah meninggal.
Bagi Sumiran, kegiatan-kegiatan semacam ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sarana penting untuk menumbuhkan rasa memiliki yang kuat terhadap desa.
Ia menyadari bahwa di era modern saat ini, budaya gotong royong dan kepedulian antarwarga perlahan mulai terkikis oleh waktu.
Oleh karena itu, ia bertekad untuk terus membangkitkan kembali semangat kebersamaan tersebut agar ikatan kekeluargaan di Desa Sumber Jaya tetap terjaga keasliannya.
Di samping kegiatan keagamaan, tantangan nyata di lapangan turut dihadapi dalam hal pemerataan pembangunan infrastruktur. Dengan luas wilayah mencapai 1.500 hektar dan bentangan hingga 21,7 kilometer, desa ini memiliki tantangan geografis tersendiri.
Namun, berkat ketekunan perangkat desa, pembangunan jalan rabat beton dan pengerasan jalan usaha tani terus diupayakan secara bertahap guna memperlancar mobilitas dan perekonomian warga.
Melalui dedikasi yang ditunjukkan oleh Sumiran, Desa Sumber Jaya kini bertransformasi menjadi teladan tentang bagaimana sebuah kepemimpinan yang tulus mampu menggerakkan hati masyarakatnya.
Harapan besar pun disematkan agar masyarakat terus menjaga kekompakan dan gotong royong. Sebab, di tangan pemimpin yang membumi dan warga yang saling bahu-membahu, masa depan desa yang maju dan harmonis bukan lagi sekadar impian.(AVID)

































