Ainun Naim Jadi Target Pemeriksaan KPK; Terkait Kasus Chromebook dan Sengketa Yayasan Trisakti

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:01 WIB

5049 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,

Mantan Staf Khusus Mendikbudristek, Ainun Naim, disebut akan menjadi target pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemeriksaan ini dikaitkan dengan dugaan korupsi pengadaan perangkat Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), serta sengketa hukum Yayasan Trisakti yang kini telah memiliki putusan berkekuatan hukum tetap.

Hal tersebut diungkapkan Saut Sinaga dalam diskusi media bertajuk “Buka Fakta, Buka Data: Jejak Hitam Nadiem Makarim dan Penyerobotan Yayasan Trisakti” yang digelar Forum Jurnalis Merdeka bekerja sama dengan Mediatrust.id di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, Ainun Naim pernah dipanggil KPK namun tidak memenuhi panggilan tersebut. Menurut Saut, peluang untuk lolos kini semakin sempit lantaran muncul persoalan hukum lain yang berkaitan dengan Yayasan Trisakti dan rencananya akan dilaporkan kepada KPK.

Saut menegaskan bahwa landasan hukum yang selama ini digunakan Ainun Naim dinilai telah gugur seiring dikeluarkannya Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 292 dan Nomor 227. Putusan tersebut menyatakan bahwa kepemimpinan Yayasan Trisakti beserta izin operasional Universitas Trisakti secara sah berada di bawah Ketua Dewan Pembina, Prof. Dr. Anak Agung Gde Agung.

“Dengan gugurnya landasan hukum tersebut, muncul pertanyaan serius mengenai keabsahan penerimaan gaji yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan,” ujar Saut.

Ia menjelaskan, Ainun Naim disebut menerima penghasilan menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Yayasan Trisakti berdasarkan Akta Nomor 22 Tahun 2005 buatan Notaris Sutjipto. Sementara struktur kepengurusan yang dipimpin Ainun sebelumnya berlandaskan Surat Keputusan Mendikbudristek Nomor 330 yang secara hukum telah dibatalkan oleh Mahkamah Agung.

Saut juga menyoroti hubungan erat antara Ainun Naim dengan mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim selama keduanya menjabat di lingkungan kementerian. “Kini terlihat pola Nadiem mengamankan proyek Chromebook dan Ainun Naim mengamankan Yayasan Trisakti,” tegasnya. Ia menilai hal tersebut membuktikan praktik mafia pendidikan yang terbuka dan tinggal menunggu tindakan tegas aparat penegak hukum.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Trisakti, Prof. Dr. Anak Agung Gde Agung, menuntut kesetaraan di hadapan hukum. Ia menegaskan seluruh pihak yang diduga terlibat dalam persoalan hukum di Kemendikbudristek maupun Yayasan Trisakti harus diperiksa secara adil dan setara.

“Kami menghormati seluruh proses hukum dari tingkat terendah hingga tertinggi. Namun mengapa persoalan ini masih digantung? Indonesia adalah negara hukum. Putusan Mahkamah Agung bukan sekadar kertas, melainkan wajib dilaksanakan demi kepastian hukum dan marwah pendidikan tinggi,” tandasnya.

Penasihat Hukum Yayasan Trisakti, Nugraha Bratakusumah, turut menyampaikan keprihatinan. Ia mengingatkan prinsip trias politica yang menempatkan eksekutif, legislatif, dan yudikatif setara dan saling mengawasi.

“Putusan ini sudah inkrah, memiliki kekuatan hukum tetap, bahkan sudah ada penetapan eksekusi dari Mahkamah Agung. Namun hingga kini pelaksanaannya masih terhambat. Jangan sampai lembaga yudikatif tunduk pada kekuasaan eksekutif,” pungkas Nugraha.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Ainun Naim maupun KPK terkait rencana pemeriksaan tersebut.(Enggar)

Berita Terkait

SEMANGAT PERJUANGAN PAHLAWAN, PRAJURIT YONIF TP 904/GARA MATA KIBARKAN MERAH PUTIH DI DELENG 7 DAYANG
Kuasa Hukum Minta Propam Polres Padang Sidimpuan Serius Periksa Dugaan Pelanggaran Etik Aiptu DWS
Tuding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Kecam Pernyataan Anggota DPRD Sumut Terhadap Bulog
HUT RI ke-81, PTPN IV Regional I Beri Penghargaan Masa Pengabdian 813 Karyawan
Mantan Deputi Menpora Inpektur Upacara Bendera HUT RI DPW IMO Indonesia Sumut
Dandim Hadiri Jamuan Makan Malam Dengan Paskibraka Kota Medan di Pendopo Rumah Dinas Walikota Medan
GKPS Resort Teladan Galang Dana Rumah Dinas Pendeta, John Dukungan Maruli Siahaan Diapresiasi
‎M. Arif Tanjung Gelar Baksos HUT ke-81 RI, Puluhan Abang Becak Terima Sembako

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Lima Pimpinan BAZNAS Takalar Periode 2026–2031 Resmi Dilantik

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Sambut HUT ke-81 RI, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:15 WIB

Sekwan DPRD Takalar Mewakili Bupati Takalar di Tradisi Kaddo’ Minnyak di Desa Bontokaddopepe

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:49 WIB

DPRD Takalar Sampaikan Ucapan Dirgahayu RI ke-81

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:20 WIB

Drs. Rahmansyah Lantara Sampaikan Dirgahayu RI ke-81, Dorong Semangat Inovasi untuk Takalar

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:01 WIB

DPRD Takalar Sampaikan Ucapan Dirgahayu RI ke-81

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Semangat Kemerdekaan RI ke-81, RSUD Padjonga Daeng Ngalle Perkuat Komitmen Pelayanan dan Benahi Layanan Kesehatan Takalar

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Dinas Koperasi, UMKM, Dan Transmigrasi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81

Berita Terbaru

Uncategorized

Lima Pimpinan BAZNAS Takalar Periode 2026–2031 Resmi Dilantik

Rabu, 19 Agu 2026 - 14:10 WIB