Narkoba, Penyebab Sawit Rakyat di Sumut Rentan Pencurian Terorganisir Disertai Kekerasan

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:55 WIB

509 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan –
Keluhan tentang maraknya pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit masih sering terdengar di berbagai sentra perkebunan, termasuk di Sumatera Utara.

Tidak hanya kebun perusahaan, petani kecil pun tak luput jadi sasaran. Pencurian bahkan ada yang dilakukan secara teorganisir dilengkapi dengan senjata. Narkoba dipercaya menjadi salah satu penyebab utama aksi ini terjadi.

Di sejumlah desa, aksi pencurian buah sawit jelang panen kerap jadi persoalan serius bagi masyarakat. Sebab, hal itu berdampak langsung terhadap kelangsungan hidup keluarga mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Satu di antara petani sawit yang merasakan dampaknya adalah Arman (54), warga Kabupaten Langkat. Kebun sawitnya yang notabene tidak luas sering menjadi sasaran pencurian, terutama menjelang jadwal panen rutin.

Bagi warga yang menggantungkan hidup dari hasil kebun seperti keluarga Arman, setiap tandan yang hilang memiliki arti besar. Buah yang seharusnya menjadi sumber biaya sekolah anak, kebutuhan dapur, hingga modal perawatan kebun, justru berpindah tangan secara ilegal kepada para pelaku pencurian.

“Saya ini petani kecil. Produksi kebun tidak banyak. Jadi ketika buah yang sudah siap panen itu dicuri, dampaknya langsung terasa ke ekonomi keluarga. Pernah saya kesulitan membeli pupuk karena hasil panen berkurang, sementara kebutuhan rumah tangga tetap harus dipenuhi,” ujar Arman saat berbincang di kediamannya, Jumat (19/6/2026).

Perbuatan para pencuri, menurut Arman, semakin hari semakin berani.
“Kalau lihat polanya, pencurinya terorganisir. Terkadang kalau _kepergok_ mereka berani mengancam kami dengan senjata. Jadi ya menakutkan sekali,” kisahnya.

Tidak hanya meresahkan dan sebatas merugikan petani dari segi produktivitas jangka pendek. Sebab kebun sawit masyarakat juga ikut rusak lantaran pencuri kerap memanen TBS secara serampangan.

“Dampaknya panjang. Tidak cuma rugi sekarang, sampai beberapa bulan ke depan hasil kebun kami juga terganggu karena pencuri tidak memanen sesuai standar,” sambung Arman.

Selain petani sawit rakyat, masalah pencurian juga dialami kalangan korporasi. Kebun negara yang dikelola PTPN IV PalmCo di berbagai wilayah Sumatera Utara juga menghadapi persoalan serupa. Luasnya areal dan banyaknya akses masuk ke kawasan kebun sering dijadikan celah oleh pencuri untuk menggondol TBS.

Dampak perbuatan ini tidak hanya berujung pada hilangnya hasil panen. Namun juga terhadap operasional kebun, produktivitas, serta capaian target yang telah disusun Perusahaan. Dalam banyak kasus, buah yang dicuri merupakan tandan matang yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Bagi para pekerja lapangan, pencurian sawit juga menciptakan tekanan tersendiri. Mereka terpaksa harus mengeluarkan keringat lebih demi mencapai target. Sebab, ketersediaan TBS matang di lapangan berkurang akibat pencurian.

“Sering kali kami datang ke blok yang seharusnya siap dipanen, tetapi sebagian buah sudah tidak ada. Akibatnya target panen sulit tercapai,” kata Zulfikar (38), seorang pemanen sawit di kebun unit usaha PTPN IV Regional 2.

Menurut Region Head PTPN IV Regional 2, Budi Susanto, pencurian sawit merupakan salah-satu tantangan yang menjadi perhatian khusus bagi manajemen. Selain mengurangi hasil produksi, praktik tersebut juga berpotensi menciptakan rantai ekonomi ilegal yang merugikan banyak pihak.

“Setiap tandan buah yang dicuri bukan hanya mengurangi produksi Perusahaan, tetapi juga berdampak terhadap efisiensi operasional dan keberlanjutan usaha,” ujar Budi.

Sesuai arahan direksi, lanjut Budi, PTPN IV Regional 2 terus melakukan evaluasi dan mengembangkan strategi penguatan sistem keamanan Perusahaan. Misalnya dengan membentuk tim khusus pemetaan wilayah rawan, hingga pemanfaatan teknologi untuk mempersempit ruang gerak pelaku pencurian.

Sebab dalam beberapa kasus, para pelaku pencurian TBS bekerja secara terorganisasi. Bahkan, sebagian dari mereka juga membekali diri dengan senjata ketika melancarkan perbuatannya. Hal itu, kata Budi, membuat penanganannya perlu pendekatan yang lebih komprehensif.

“Karena itu kami terus memperkuat sistem pengamanan, meningkatkan patroli, memperbaiki pengawasan di titik-titik rawan, serta memperkuat kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan masyarakat,” ujar Budi.

Pencurian TBS telah menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi PTPN IV PalmCo. Di Distrik Rayon Utara misalnya, angka kehilangan TBS mengalami peningkatan signifikan kurun tiga tahun terakhir. Distrik Rayon Utara sendiri meliputi Kebun Kwala Sawit, Kebun Sawit Sebrang, Kebun Sawit Hulu, Kebun Batang Serangan dan Kebun Air Tenang. Kebun-kebun ini berada di Kabupaten Langkat.

Pada 2024, Distrik Rayon Utara kehilangan 27.405 kg buah sawit dengan nilai kerugian Rp84.297.780. Jumlahnya kemudian meningkat drastis menjadi 215.509 kg pada 2025 dengan nilai kerugian Rp620.881.429. Sementara sejak Januari-Mei 2026, terdapat 219.700 kg TBS yang hilang sehingga menimbulkan kerugian Rp620.881.429.

Menurut Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, hasil pengamatan di lapangan menunjukkan adanya korelasi yang erat antara maraknya peredaran narkoba dengan tindak pencurian sawit di sekitar kawasan perkebunan. Beberapa waktu terakhir, dirinya turun langsung ke berbagai lokasi kebun perusahaan dan menemukan kesimpulan bahwa zat adiktif tersebut menjadi salah satu penyebab utama.

“Kami melihat ada pola yang berulang di sejumlah lokasi. Ketika peredaran narkoba meningkat, gangguan keamanan termasuk pencurian hasil kebun juga cenderung meningkat,” ujarnya.

Hasil peninjauan Direksi PTPN IV PalmCo itu relevan dengan hasil riset ilmiah. Berdasarkan sejumlah penelitian, penyalahgunaan narkoba seperti metamfetamin atau sabu-sabu dapat mendorong perubahan perilaku bagi penggunanya, menurunkan kontrol diri, serta memunculkan kebutuhan ekonomi yang meningkat lantaran kecanduan membeli narkotika.

Dalam kondisi ketergantungan, sebagian penyalahguna narkoba berisiko melakukan tindakan kriminal demi memperoleh uang secara cepat guna memenuhi kebutuhan tersebut.

Saat ini, Sumatera Utara merupakan provinsi dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), jumlah pengguna narkoba di provinsi ini mencapai sekitar 1,5 juta orang pada 2026 atau sekitar 10 persen dari total penduduk. Kabupaten Langkat termasuk daerah terawan di provinsi ini. Di sisi yang sama, BNN juga mendapati bahwa peredaran narkoba kini telah menjangkau hingga ke desa-desa.

Masalah tidak berhenti di situ. Berdasarkan data BNN, mayoritas pengguna narkoba berada pada usia produktif, kelompok yang seharusnya menjadi penggerak utama ekonomi daerah. Ketika penyalahgunaan narkotika meningkat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu pengguna, tetapi juga keluarga, dunia usaha, dan masyarakat secara luas.

Karena itu, menurut Arya, upaya pemberantasan pencurian sawit dan perang melawan narkoba sejatinya merupakan dua agenda yang saling berkaitan. Ketika peredaran narkotika berhasil ditekan, ruang bagi berbagai tindak kriminal yang menyertainya juga dapat dipersempit.

Sebaliknya, jika narkoba terus merambah, maka ancaman terhadap penghidupan masyarakat serta produktivitas sektor perkebunan akan terus membayangi Sumatera Utara.

“Menjaga kawasan perkebunan dari kejahatan tidak dapat dipisahkan dari upaya menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan bebas narkotika. Karena itulah PTPN IV PalmCo mendukung penuh upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan aparat penegak hukum,. Kami juga akan melakukan berbagai inisiatif bersama seluruh pihak untuk menekan dan mencegah peredaran serta penggunaan narkoba di sekitar kebun” ujar Arya.

Dari peninjauan ini, jajaran direksi PTPN IV PalmCo juga berhasil menemukan sejumlah titik rawan yang selama ini turut menghambat upaya Perusahaan dalam menghentikan untuk pencurian TBS. Contohnya beberapa basis aktivitas kriminal yang mendukung jejaring pencuri sehingga merugikan miliaran rupiah, baik.terhadap kebun sawit rakyat, maupun kebun sawit negara.

Guna menutup celah itu, PTPN IV PalmCo akan terus memperkuat sistem pengamanan sekaligus koordinasi dengan aparat penegak hukum.

“Ada juga basis-basis penadah yang sebenarnya ini sudah jadi rahasia umum. Semoga semua barang bukti bisa mempercepat penindakan dari para aparat penegak hukum. Kita berharap aparat penegak hukum merespons baik upaya ini,” ujar Arya mengakhiri.(AVID/rel)

Berita Terkait

Agra Reynold Gurning Melesat Sendiri, Jadi Satu-Satunya Pendaftar Ketua Hanura Karo
Pimwil Bulog Sumut Pastikan Pengiriman Terakhir Bantuan Pangan Kota Medan Berjalan Lancar
Pangdam I/BB Dampingi Wakasad Kunjungan Kerja ke Yonif TP 852/Arba Yudha Bhakti
Beredar Nama Terkait Kasus MBG, Yusuf Luruskan: Hanya 20 Nama dari Titipan Surat tulis tangan Sony Sonjaya
Gubernur Sulsel Mulai Pembangunan Rumah Layak Huni Rp7 Miliar di Takalar
Ruko di Lelang di Bawah Harga Pasaran, Pihak Bank Digugat ke Pengadilan
Sambut Tahun Baru Islam, TJSL PTPN IV Sentuh 1.000 Lebih Penerima Santunan Yatim-Dhuafa dan Renovasi 16 Masjid-Mushola
Dari Hati Untuk Sesama, GRIB Jaya Medan Bersama PAC Khusus Simalingkar Hadir Membawa Kebahagiaan di Tiga Panti Asuhan

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:48 WIB

Agra Reynold Gurning Melesat Sendiri, Jadi Satu-Satunya Pendaftar Ketua Hanura Karo

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:55 WIB

Narkoba, Penyebab Sawit Rakyat di Sumut Rentan Pencurian Terorganisir Disertai Kekerasan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:00 WIB

Pimwil Bulog Sumut Pastikan Pengiriman Terakhir Bantuan Pangan Kota Medan Berjalan Lancar

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:40 WIB

Pangdam I/BB Dampingi Wakasad Kunjungan Kerja ke Yonif TP 852/Arba Yudha Bhakti

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:16 WIB

Gubernur Sulsel Mulai Pembangunan Rumah Layak Huni Rp7 Miliar di Takalar

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:51 WIB

Ruko di Lelang di Bawah Harga Pasaran, Pihak Bank Digugat ke Pengadilan

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:47 WIB

Sambut Tahun Baru Islam, TJSL PTPN IV Sentuh 1.000 Lebih Penerima Santunan Yatim-Dhuafa dan Renovasi 16 Masjid-Mushola

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:28 WIB

Dari Hati Untuk Sesama, GRIB Jaya Medan Bersama PAC Khusus Simalingkar Hadir Membawa Kebahagiaan di Tiga Panti Asuhan

Berita Terbaru