Aceh Tenggara – Di tengah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menyebabkan antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Polres Aceh Tenggara meningkatkan kegiatan pengamanan, pengaturan arus lalu lintas, serta patroli rutin guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif. 25 Juli 2026
Sejak pagi hari, personel Polres Aceh Tenggara disiagakan di beberapa titik SPBU yang mengalami lonjakan antrean kendaraan. Kehadiran personel kepolisian bertujuan mengurai kepadatan arus lalu lintas, mencegah terjadinya kemacetan, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Selain melakukan pengaturan lalu lintas, personel juga melaksanakan patroli dan pemantauan di sekitar area SPBU guna memastikan proses pengisian BBM berlangsung tertib sesuai aturan yang telah ditetapkan. Petugas turut memberikan imbauan kepada masyarakat agar mematuhi sistem antrean, tidak menyerobot jalur, serta menjaga ketertiban demi kenyamanan bersama.
Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, S.H., S.I.K., CPHR., CBA. Melalui Kasi Humas Ipda Patar menegaskan bahwa Polres Aceh Tenggara berkomitmen hadir di tengah masyarakat dalam setiap situasi, termasuk saat terjadi kelangkaan BBM yang berdampak pada meningkatnya aktivitas di SPBU.
“Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat agar aktivitas pengisian BBM dapat berlangsung aman, tertib, dan tidak menimbulkan kemacetan maupun gangguan kamtibmas. Kami juga terus melakukan patroli sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan tugas, personel juga mengingatkan masyarakat agar mengikuti ketentuan pengisian BBM, tidak melakukan pembelian berulang yang dapat mengganggu distribusi, serta tetap mengedepankan sikap saling menghormati selama mengantre.
Polres Aceh Tenggara akan terus meningkatkan intensitas patroli dan pengamanan di seluruh SPBU selama kondisi kelangkaan BBM masih berlangsung. Langkah ini diharapkan mampu memberikan rasa aman, memperlancar arus lalu lintas, serta menciptakan situasi yang tetap kondusif bagi seluruh masyarakat Aceh Tenggara. (Red)

































