MEDAN –
Ada aroma yang tak bisa ditangkap hanya dengan indera penciuman. Aroma itu lahir dari ketulusan, gotong royong, dan keikhlasan melayani sesama.
Aroma kebaikan itulah yang selama bertahun-tahun menguar dari Dapur Umum DPC GRIB Jaya Kota Medan hingga akhirnya menarik perhatian pimpinan tertinggi organisasi,
Ketua Umum GRIB Jaya, H. Hercules Rozario Marshall (Rosario de Marshall).
Didampingi Sekretaris Jenderal DPP GRIB Jaya H. Zulfikar serta Ketua DPD GRIB Jaya Sumatera Utara Samsul Tarigan, Hercules datang langsung ke Dapur Umum DPC GRIB Jaya Kota Medan di Jalan Sei Serayu.
Kunjungan itu bukan sekadar agenda organisasi, melainkan wujud apresiasi terhadap semangat kemanusiaan yang selama ini terus menyala tanpa pamrih.
Jauh sebelum program makan bergizi dari pemerintah dikenal luas, Dapur Umum DPC GRIB Jaya Medan telah lebih dahulu hadir melayani masyarakat.
Berawal dari gagasan Pembina DPC GRIB Jaya Kota Medan Ferdy Sanjaya Sembiring, dapur tersebut terus bertahan hingga kini berkat semangat gotong royong bersama Ketua DPC Rudy Ginting, Bendahara Rio Siahaan, jajaran pengurus, para relawan, dan para dermawan yang dengan ikhlas menyisihkan rezekinya demi membantu sesama.
Tidak ada dana APBN ataupun APBD yang menopang operasional dapur ini. Yang menjaga api tungku tetap menyala adalah kepedulian, kebersamaan, dan keyakinan bahwa setiap piring makanan yang tersaji dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Dipandu Ketua OKK DPC GRIB Jaya Kota Medan Dudi Efni Pasaribu bersama Sekretaris Cabang Drs. Thoyib Marbun, rombongan berkeliling melihat setiap sudut dapur yang diabadiman dalam rekaman kamera fotograper Yasman Nelly.
Mereka menyaksikan secara langsung proses memasak hingga penyajian makanan yang setiap hari dilakukan dengan penuh dedikasi.
Suasana menjadi semakin hangat ketika Hercules disambut senyum ceria anak-anak berseragam sekolah dasar yang telah menanti jamuan makan siang.
Tawa mereka menjadi gambaran sederhana bahwa kepedulian yang dilakukan dengan tulus mampu menghadirkan kebahagiaan yang nyata.
Di balik hidangan yang tersaji, terdapat kerja keras Kepala Dapur Haris bersama para juru masak andalan, yakni Rini, Nek Ana, Kak Ana, dan Ucok.
Dengan tangan-tangan penuh kasih, mereka mengolah setiap bahan makanan bukan sekadar menjadi santapan, tetapi menjadi bentuk cinta kepada sesama manusia.
Kehadiran Ketua Umum Hercules beserta rombongan menjadi pengakuan moral bahwa sebuah gerakan sosial yang lahir dari keikhlasan tidak akan pernah sia-sia.
Kebaikan mungkin berjalan dalam diam, tetapi pada waktunya akan menemukan jalannya sendiri untuk dikenal dan diapresiasi.
Dapur Umum DPC GRIB Jaya Kota Medan kini bukan hanya menjadi tempat memasak makanan, melainkan simbol bahwa kepedulian yang dikerjakan bersama-sama mampu menghidupkan harapan, menguatkan persaudaraan, dan mengingatkan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain.(AVID)

































