Timeindonesia.com – Bupati Takalar Daeng Manye, menyampaikan bahwa langkah awal Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mengembangkan tujuh destinasi wisata unggulan adalah memperkenalkan potensi wisata daerah kepada masyarakat seluas-luasnya, baik di tingkat nasional maupun internasional. sabtu (11/7/2026)
Hal tersebut di ungkapkan Bupati Takalar saat menyaksikan Penandatanganan Komitmen Bersama dalam Akselerasi Percepatan pengembangan 7 Destinasi Wisata Unggulan Takalar, di tempat wisata Parialau Jumat 10 juli 2026.
Menurut Daeng Manye, promosi menjadi kunci untuk menarik minat wisatawan sebelum pemerintah melengkapi berbagai fasilitas pendukung di kawasan wisata.
“Langkah pertama yang kami lakukan adalah memperkenalkan dulu daerah ini kepada masyarakat sebanyak-banyaknya. Bukan hanya di Takalar atau Sulawesi Selatan, tetapi sampai ke seluruh Indonesia bahkan ke luar negeri. Semakin banyak orang mengenal Takalar, semakin besar peluang mereka datang berkunjung,” kata Daeng Manye.
Ia menjelaskan, promosi dilakukan dengan memanfaatkan kekuatan media sosial. Pemerintah mengajak ASN, PPPK, komunitas, pelaku wisata, hingga masyarakat umum untuk ikut mempromosikan destinasi wisata melalui WhatsApp, TikTok, Facebook, Instagram, dan berbagai platform digital lainnya.
“Kami mengajak semua pihak menjadi duta promosi. Semakin banyak yang membagikan keindahan wisata Takalar di media sosial, semakin luas pula jangkauan promosi yang kita dapatkan,” ujarnya.
Meski demikian, Daeng Manye mengakui fasilitas di sejumlah destinasi wisata masih perlu dibenahi. Karena itu, pemerintah berkomitmen meningkatkan kenyamanan pengunjung dengan melengkapi sarana pendukung seperti toilet, musala, area kuliner, akses jalan, hingga fasilitas umum lainnya.
“Kami menyadari fasilitas yang ada masih belum memadai. Karena itu, pemerintah memiliki komitmen untuk terus melakukan pembenahan agar wisatawan merasa nyaman saat berkunjung,” jelasnya.
Terkait penandatanganan Komitmen Bersama Akselerasi Pengembangan Tujuh Destinasi Wisata Unggulan, Daeng Manye mengatakan langkah tersebut menjadi bentuk sinergi lintas perangkat daerah dalam mendukung pembangunan sektor pariwisata.
Menurutnya, Dinas Pariwisata bertindak sebagai koordinator dengan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial dan PMD, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, serta pemerintah kecamatan.
“Semua menandatangani komitmen sebagai bentuk kolaborasi. Setiap OPD memiliki tugas sesuai kewenangannya untuk mendukung pengembangan destinasi wisata, sementara para camat menggerakkan masyarakat agar ramah terhadap wisatawan, menjaga keamanan, kebersihan, dan ikut mendukung kemajuan pariwisata di wilayahnya masing-masing,” tutur Daeng Manye.
Ia optimistis, melalui kolaborasi lintas sektor serta dukungan masyarakat, pengembangan tujuh destinasi wisata unggulan di Kabupaten Takalar akan semakin cepat sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan ekonomi lokal, dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. (Haris ombel)

































