Bupati Daeng Manye Bersama Kepala BPN Nusron Wahid Teken LP2B, Takalar Teguhkan Komitmen Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Husaini nappu

- Redaksi

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:55 WIB

5016 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timeindonesia.com// Takalar – Pemerintah Kabupaten Takalar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis nasional di sektor pangan.Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, menghadiri sekaligus menandatangani Berita Acara Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) bersama seluruh kepala daerah se-Sulawesi Selatan dalam Rapat Finalisasi Penetapan LP2B yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan Lantai II Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis (9/7/2026).

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaeman sebagai bentuk komitmen bersama menjaga keberlangsungan lahan pertanian produktif di Sulawesi Selatan.

Dalam kegiatan itu, Bupati Daeng Manye didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar, Parawangsa, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Takalar, Budiar Rosal Saleh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rapat diikuti seluruh bupati dan wali kota bersama kepala perangkat daerah yang membidangi urusan pertanian dan tata ruang. Forum tersebut menjadi langkah penting dalam percepatan penetapan LP2B sesuai arahan pemerintah pusat untuk menjaga keberlanjutan lahan sawah produktif sebagai fondasi ketahanan pangan nasional.

Selain penyampaian kebijakan nasional terkait percepatan penetapan LP2B, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis dokumen peta LP2B kepada pemerintah kabupaten dan kota sebagai pedoman dalam perlindungan kawasan pertanian pangan berkelanjutan.

Bupati Takalar Daeng Manye menegaskan bahwa penetapan LP2B bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga masa depan sektor pertanian dan kesejahteraan petani.

“Lahan pertanian produktif merupakan aset penting yang harus kita lindungi. Pemerintah Kabupaten Takalar berkomitmen mendukung kebijakan nasional melalui penetapan LP2B agar ketahanan pangan tetap terjaga, sekaligus memberikan kepastian bagi petani dan keberlanjutan pembangunan daerah,” ujar Daeng Manye.

Menurutnya, perlindungan lahan pertanian harus diiringi dengan penataan ruang yang terencana sehingga pembangunan infrastruktur dan kawasan permukiman tetap dapat berjalan tanpa mengurangi luas lahan pertanian produktif.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan implementasi LP2B. Dengan sinergi yang kuat, upaya pengendalian alih fungsi lahan dapat dilakukan secara efektif sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap kawasan pertanian yang wajib dipertahankan.

“Melalui penetapan LP2B, kita ingin memastikan lahan pertanian tetap terlindungi sehingga produksi pangan terus berkelanjutan. Ini bukan hanya untuk kepentingan hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang,” tegasnya.

Daeng Manye juga menyampaikan kesiapan Pemerintah Kabupaten Takalar untuk mengimplementasikan seluruh kebijakan pemerintah pusat dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Menurutnya, Takalar sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sulawesi Selatan memiliki tanggung jawab besar menjaga keberadaan lahan pertanian produktif dari ancaman alih fungsi yang tidak terkendali.

Dengan ditetapkannya LP2B, Pemerintah Kabupaten Takalar optimistis sektor pertanian akan semakin kuat, memberikan kepastian kepada para petani, meningkatkan produktivitas pangan, serta menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional. ( Haris Ombel )

Berita Terkait

Pujian Ibu Titiek Soeharto Mencerminkan Keberhasilan Agus Andrianto Membangun Pemasyarakatan Produktif
Copot Kabalai, Kasatker dan PPK !! Proyek 29 Milyar T.A 2025 BBWS Pompengan Je’neberang Bermasalah (Berita MPI)
Prof Dr Sutan Nasomal Klaem Miris !!! Rakyat Disuruh Bayar Hutang Negara Lewat Pajak Ini Bukan Solusi, Ini Perampokan Yang Dilegalkan
Gelar Pemantapan Pengurus, DPC Apdesi Merah Putih Takalar Momentumkan Semangat Hijrah 1 Muharram 1448 H
Takalar Dilirik Australia, Kerja Sama Riset Rumput Laut dan Pengembangan Teknologi Siap Digagas
Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia
Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM
Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:15 WIB

Mantan Warga Binaan Bantah Keras Isu Narkoba di Lapas Binjai, Sebut Pemberitaan PMM Hoaks Tidak Sesuai Fakta

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:44 WIB

Wujud Keberlanjutan Program Ketahanan Pangan, Lapas Narkotika Langkat Tanam Bibit Timun dan Kacang Panjang di Area SAE

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:10 WIB

Semangkuk Soto, Sepiring Mie Tiaw, dan Harapan: Dapur Umum DPC GRIB Jaya Kota Medan Terus ‘Mengenyangkan’ Hati Warga

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:46 WIB

Senyum Bahagia Anak-Anak Jadi Bukti Nyata Kepedulian Dapur Umum DPC GRIB Jaya Medan

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:18 WIB

Kapolri Serahkan Bantuan Peralatan Karhutla di Riau, Ingatkan Ancaman El Niño dan Prioritaskan Pencegahan

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:49 WIB

Bahas Insentif Pajak UMKM PP 20/2026, Ratusan Peserta Padati Sosialisasi Hibrida DJP Riau

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:17 WIB

Napi Lapas Pancurbatu Muamar Kadafi Diduga Kendalikan Praktek Penipuan Love Scamming dari Balik Jeruji Besi, Tiap Hari Raup Puluhan Juta Rupiah

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:08 WIB

Manajemen SPBU Tepo Takalar Tingkatkan Pelayanan Prima Bagi Masyarakat

Berita Terbaru