TAKALAR // Timeindonesia.com — Musim kemarau panjang kembali menguji keteguhan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Takalar salah satunya Di Dusun Pandala, Desa Laikang, sumur-sumur warga yang kian mengering memaksa mereka berhadapan dengan kenyataan pahit: dalamnya rasa cemas demi mendapatkan setetes air bersih. Kebutuhan paling mendasar yang tak bisa ditunda ini menjadi potret perjuangan warga yang menggugah nurani, memanggil kepedulian semua pihak untuk hadir merangkul kesulitan mereka.
Merespons jeritan hati warga, Bupati Takalar sekaligus Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih secara rutin dan berkelanjutan. Langkah nyata ini diambil tidak hanya sebagai jawaban atas keluhan masyarakat, tetapi juga bentuk komitmen moral agar tak ada satu pun warga terdampak kekeringan yang terabaikan hak dasarnya dalam mengakses air untuk kehidupan sehari-hari.
Dedikasi di lapangan dibuktikan oleh kesiapsiagaan para relawan kemanusiaan. Petugas PMI Kabupaten Takalar, Dahlan Daeng Nyomba, saat dikonfirmasi media melalui WhatsApp pada Kamis (13/8/2026) malam pukul 20.17 WITA, menjelaskan bahwa pendistribusian air di Dusun Pandala dikerahkan menggunakan dua unit tangki berkapasitas total 10.000 liter. Tak berhenti di situ, demi memastikan warga tak kebingungan saat persediaan menipis, tim PMI bahkan menempelkan stiker nomor kontak petugas di rumah-rumah warga agar mereka bisa langsung melapor kapan saja.
“Pendistribusian air bersih dari PMI di Dusun Pandala, Desa Laikang sebanyak satu tangki kapasitas 5.000 liter, bahkan bisa dua sampai tiga kali sehari ketika tiba-tiba warga menelpon airnya habis,” tutur Dahlan. Ia menambahkan, aksi kemanusiaan berupa penyaluran air bersih ini telah bergulir secara konsisten selama kurang lebih dua minggu di berbagai titik wilayah Kabupaten Takalar yang mengalami krisis air.
Kehadiran armada air bersih ini membawa secercah harapan dan kehangatan bagi warga yang tengah kesulitan. Kecepatan respons ini pun mendapat apresiasi dari pemerhati masyarakat sekaligus sosial kontrol setempat yang akrab disapa Daeng Nappu. Ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepedulian pemerintah daerah dan PMI Takalar yang hadir sebagai penambal kebutuhan vital warga di tengah teriknya musim kering yang berkepanjangan.
Meski demikian, sebagai wujud kepedulian yang konstruktif, Daeng Nappu mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar penanganan kekeringan ini semakin optimal dan menjangkau lebih banyak wilayah. “Kami sangat mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dan PMI. Namun, kami juga berharap BPBD dan PDAM Takalar dapat ikut mengambil bagian aktif dalam pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan,” ungkapnya penuh harap.
Menghadapi tantangan alam ini, Pemerintah Kabupaten Takalar bersama PMI berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan memperluas pemetaan wilayah krisis. Penanganan bencana kekeringan disadari membutuhkan pendataan akurat, distribusi yang presisi, serta sinergi lintas instansi—termasuk keterlibatan aktif BPBD dan PDAM. Di tengah ancaman kemarau, bahu-membahu antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan seluruh elemen masyarakat adalah kunci utama untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi sekaligus merawat ketahanan sosial masyarakat Takalar.
( Haris Ombel )

































