Tangis Pedagang Pasar Kampung Lalang: “Setelah Berjuang Menangkan Wali Kota, Pengelola Lama Kini Hendak Disingkirkan”

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 16:30 WIB

5087 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN —

Suasana haru dan kekecewaan menyelimuti Pasar Kampung Lalang Medan. Para pedagang dan masyarakat sekitar mengaku terpukul atas rencana penggantian pengelola parkir dan keamanan pasar yang selama ini dianggap banyak berjasa menjaga ketertiban sekaligus menghidupkan ekonomi rakyat kecil.

Nama Parlin Sianturi bukan sosok asing bagi pedagang. Bertahun-tahun ia mengelola parkir dan sistem keamanan pasar dengan pendekatan kekeluargaan, menjaga stabilitas aktivitas jual beli, serta memastikan pasar tetap aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, sosok yang selama ini menjadi penggerak denyut Pasar Kampung Lalang itu justru dikabarkan akan “dibuang” begitu saja.

Ironisnya, menurut para pedagang, Parlin Sianturi bukan hanya bekerja menjaga pasar.Ia disebut turut menghimpun dukungan masyarakat dan pedagang dalam momentum politik daerah, termasuk menggalang suara akar rumput yang ikut memenangkan Wali Kota Medan.

“Dulu kami diajak menjaga persatuan pedagang, diminta solid demi perubahan Kota Medan. Kami ikut bergerak. Tapi sekarang orang yang bekerja di lapangan malah mau disingkirkan,” ujar seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya dengan mata berkaca-kaca.

Bagi pedagang, keputusan penggantian ini terasa seperti pepatah lama: habis manis sepah dibuang.

Setelah perjuangan panjang dan loyalitas yang diberikan, pengelola yang dianggap berjasa justru menghadapi kenyataan pahit kehilangan peran di pasar yang selama ini ia bangun.

Selama masa pengelolaannya, pedagang menilai tidak pernah muncul persoalan serius.

Tidak ada konflik besar, tidak ada laporan penyimpangan, bahkan sistem retribusi parkir disebut berjalan transparan dan turut mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Medan.

“Pasar ini dulu semrawut. Sekarang tertata. Pedagang aman, pembeli nyaman. Kami merasa dilindungi. Kenapa justru orang yang bekerja baik harus diganti?” keluh pedagang lainnya.

Para pedagang menilai keberhasilan Pasar Kampung Lalang tidak lepas dari peran pengelola yang memahami kondisi sosial masyarakat bawah.

Hubungan antara pengelola dan pedagang bukan sekadar kerja sama ekonomi, tetapi sudah menjadi ikatan emosional layaknya keluarga besar.
Kabar pengambilalihan pengelolaan oleh pihak baru membuat keresahan semakin meluas.

Pedagang khawatir perubahan tersebut akan merusak stabilitas pasar yang selama ini telah dibangun dengan susah payah.

Sejumlah tokoh masyarakat bahkan menyebut keputusan tersebut berpotensi melukai rasa keadilan rakyat kecil.

Mereka berharap pihak PUD Pasar Kota Medan tidak menutup mata terhadap kontribusi nyata orang-orang yang bekerja langsung bersama masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat merasa hanya dibutuhkan saat momentum politik, lalu dilupakan setelah kekuasaan diraih,” ujar seorang tokoh warga Kampung Lalang.

Pedagang berharap Wali Kota Medan mendengar langsung suara pasar. Mereka meminta kebijakan yang lahir bukan sekadar keputusan administratif, tetapi mempertimbangkan nilai kemanusiaan, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertahun-tahun.

Bagi masyarakat Pasar Kampung Lalang, persoalan ini bukan hanya soal jabatan pengelola. Ini tentang rasa keadilan, penghargaan terhadap perjuangan rakyat kecil, dan harapan agar Kota Medan benar-benar menjadi kota yang tidak melupakan orang-orang yang ikut membangunnya dari bawah.

Di tengah hiruk pikuk aktivitas jual beli, satu kalimat terus terdengar dari para pedagang:

“Kami hanya ingin keadilan… jangan singkirkan orang yang sudah berjuang bersama kami.”(red)

Berita Terkait

Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Menjadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
Sinergi Pemkab Takalar dan TNI AL Sulap Wisata Bahari Jadi Berkelas dan Lestar
Audiensi dan Silaturahmi USU–Pegadaian Bahas Gold Generation Scholarship untuk Mahasiswa Berprestasi
Kurangi Ketergantungan Gadget melalui Olahraga, Lanud Halim Perdanakusuma Fasilitasi Ratusan Atlet di “Brave Little Riders Pushbike Race”
Agra Reynold Gurning Melesat Sendiri, Jadi Satu-Satunya Pendaftar Ketua Hanura Karo
Narkoba, Penyebab Sawit Rakyat di Sumut Rentan Pencurian Terorganisir Disertai Kekerasan
Pimwil Bulog Sumut Pastikan Pengiriman Terakhir Bantuan Pangan Kota Medan Berjalan Lancar
Pangdam I/BB Dampingi Wakasad Kunjungan Kerja ke Yonif TP 852/Arba Yudha Bhakti

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 13:44 WIB

Karyawan Cafe Bawa Kabur Motor dan Laptop, Pelarian AS Berakhir di Jambi

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:55 WIB

Tak Hanya Menindak, Polres Aceh Tenggara Dorong Pemulihan 19 Penyalahguna Narkotika ‎

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:41 WIB

Gerak Cepat! Kurang Dari 24 Jam, URC Sat Reskrim Polres Aceh Tenggara Ringkus Pelaku Curas

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:15 WIB

Setetes Darah, Sejuta Harapan: Polres Aceh Tenggara Gelar Donor Darah Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:56 WIB

Sempat Jadi Sasaran Amukan Massa, Pelaku Curas Berhasil Diamankan Tim URC Polres Aceh Tenggara

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:52 WIB

Kapolres Aceh Tenggara dan Ketua Bhayangkari Tinjau Pasca Operasi Bibir Sumbing, Pastikan Senyum Harapan Terus Mekar

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:52 WIB

Putri Tanoh Alas di Grand Final Duta FILKOM UB 2026, Aceh Tenggara Diajak Bersatu Memberi Dukungan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:54 WIB

Menyapa Harapan di Ruang Operasi, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Langsung Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit

Berita Terbaru