TAKALAR// Timeindinesia.com – Kelurahan Patte’ne, Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel), Kabupaten Takalar, sukses mengukir prestasi gemilang di pertengahan tahun 2026. Melalui komitmen kuat dan kerja sama yang solid, Kelurahan Patte’ne resmi dinobatkan sebagai wilayah tercepat yang menuntaskan pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2026 hingga mencapai target 100 persen tanpa menyisakan tunggakan sama sekali.
Keberhasilan ini diperkuat oleh Surat Keterangan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Takalar Nomor 007/PBB/BAPENDA/VI/2026 yang diterbitkan pada 12 Juni 2026. Kelurahan Patte’ne berhasil merealisasikan seluruh target PBB-P2 Tahun 2026 sebesar Rp58.367.194 dari total 2.458 lembar Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT). Pencapaian kilat ini menjadi bukti nyata tingginya kesadaran warga setempat dalam memenuhi kewajiban perpajakan demi kemajuan daerah.
Apresiasi tinggi pun datang dari Pelaksana Tugas (Plt) Camat Polongbangkeng Selatan, Ayatullah Rawatib. Ia memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada jajaran pemerintah Kelurahan Patte’ne, para kolektor, petugas pemungut pajak, serta seluruh lapisan masyarakat yang telah berkolaborasi aktif. Menurutnya, pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari sebuah manajemen kepemimpinan yang persuasif dan respons masyarakat yang sangat dewasa.
“Kelurahan Patte’ne menjadi yang paling cepat menyelesaikan pelunasan PBB-P2 hingga mencapai 100 persen. Ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi kelurahan maupun desa lainnya di Kecamatan Polongbangkeng Selatan,” ujar Ayatullah Rawatib optimis.
Di sisi lain, Ayatullah mengingatkan bahwa esensi dari percepatan pelunasan pajak ini akan kembali bermuara pada kepentingan masyarakat sendiri. Pajak yang dihimpun secara optimal nantinya segera dialokasikan untuk mendukung akselerasi pembangunan daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta berbagai program kesejahteraan. Dengan keberhasilan ini, Kelurahan Patte’ne tidak hanya mencetak prestasi administratif, tetapi juga sukses membuktikan bahwa sinergi yang harmonis antara pemerintah dan warga adalah kunci utama penggerak roda pembangunan.
( Haris ombel)

































