Miris!! Kasus Seperti di Polres Sleman Kini Muncul di Medan, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Atensi Kasus Korban Maling Jadi Tersangka di Polrestabes Medan

TIME INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:22 WIB

50137 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan |  Kasus suami korban penjambretan yang mengejar pelaku penjambretan menjadi tersangka di Polres Sleman, kasus tersebut pun viral dan sampai dibahas di RDP Komisi III DPR, Proses penyidikan menimbulkan kegaduhan di masyarakat serta berdampak pada menurunnya citra Polri, publik pun sangat heran kenapa suami dari korban penjamretan tersebut malahan dijadikan tersangka.

Kasus yang serupa kembali muncul di Medan Provinsi Sumatera Utara, Korban pencurian bersama keluarganya yang disuruh Penyidik Polsek Pancur Batu Brigadir Shinto Sembiring untuk menangkap pelaku pembongkaran brangkas toko ponsel di Pancur Batu malahan dijadikan tersangka atas laporan orang tua sang maling yang tidak senang anaknya ditangkap.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena sangat viral dan masyarakat menilai kasus tersebut sama seperti kasus di Polres Sleman yang menjadi tersangka setelah mengejar pelaku penjambretan. Proses penyidikan menimbulkan kegaduhan ditengah tengah masyarakat. Bahkan saat Polrestabes Medan dihujat netizen saat melakukan konfrensi press.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan keluarga korban pencurian sempat histeris di Polrestabes Medan dikarenakan Putra Sembiring tidak ditahan di tahti melainkan di sekap di dalam sel tikus lantai 2 gedung Satreskrim Polrestabes Medan.

Saat itu Ibu kandung dari Putra Sembiring bersama keluarganya sempat histeris dikarenakan sudah tiga hari mereka tidak diperbolehkan bertemu Putra Sembiring. Sehingga hal tersebut menjadi pemicu kericuhan di polrestabes medan bahkan terdengar teriakan minta tolong kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto.

Bahkan mirisnya saat akan dilakukan rekontruksi di hotel Kristal, Putra Sembiring korban pencurian yang dijadikan tersangka malahan di sekap berjam jam didalam mobil sementara dua orang pelaku pencurian bebas merokok dan ngobrol bersama Polisi sehingga saat itu suasana semakin ricuh dan petugas resmob polrestabes Medan tiba tiba membawa Putra Sembirng pergi meninggalkan lokasi.

Kasus tersebut dikabarkan sempat menjadi perhatian Komisi III DPR RI dikarenakan pihak keluarga korban yang dijadikan tersangka mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo, Ketua DPR RI dan Komisi III DPR RI yang meminta agar dilakukan Rapat dengar Pendapat di di Komisi III DPR RI seperti kasus di Polres Sleman yang karena mengejar jambret dijadikan tersangka.

Seorang warga Sumatera Utara yang ditemui awak media ini mengaku sangat prihatin terhadap kasus korban pencurian yang dijadikan tersangka di Polrestabes Medan ini.

“Saya sangat prihatin terhadap hukum di Negara kita ini, bagaimana pula bisa korban yang toko ponsel usaha keluarganya di curi menjadi tersangka atas laporan maling itu sendiri, ini kan sangat aneh dan ada saya duga ini rekayasa oknum Polisi. Makanya sampai segitunya Polisi mempertahankan kasus ini. Sampai sampai saat rekontruksi korban disekap di dalam mobil berjam jam layaknya penjahat kelas kakap, saya juga dapat kabar bahwa diduga Putra Sembiring sempat disekap di sel tikus di lantai 2 gedung satreskrim Polrestabes Medan ini jelas sudah ada dugaan Pelanggaran Ham Berat dalam penempatan tahanan di sel tikus,” ucapnya 5 Maret 2026.

Ini mirip dengan kasus yang ada di Polres Sleman yang sudah viral, korban penjambretan yang mengejar pelaku malahan dijadikan tersangka, ini juga korban maling jadi tersangka. maka dari itu saya sebagai Masyarakat meminta agar Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Komisi III DPR RI agar datang ke Polrestabes Medan untuk melihat bagaimana penegakan hukum yang terjadi terhadap korban yang dijadikan tersangka dan memanggil Kapolrestabes Medan untuk RDP di Komisi III DPR RI.

“Kasus ini sudah sangat viral dan Polrestabes Medan dihujat netizen dan masyarakat, jangan sampai kami masyarakat kecewa dan kesal dengan hal ini dan kami tidak percaya lagi dengan Polri, saya yakin Bapak Presiden dan Kapolri juga sudah tau akan hal ini tapi kenapa Kapolri masi diam saja belum ada tindakan, bahkan saya lihat tadi di tiktok pengacara terkenal Hotmat Paris Hutapea sudah mulai membahas korban dijadikan tersangka melalui akun tiktoknya, Hotman Paris juga mengaku pusing melihat korban maling jadi tersangka apalagi kami masyarakat awam. Kasus yang di Polres Seleman yang jambret aja mati dibahas dan di tutup kasusnya, ini masalah yang di medan karena orang tua maling itu tidak senang anaknya ditangkap mencuri makanya dia buat laporan ke Polisi dan mengaku bahwa anaknya yang maling itu dianiaya korban saat proses penangkapan, ini kan sangat aneh jadinya dan ini jarnag terjadi. Maka dengan ini saya meminta dan memohon dengan sangat agar Ketua DPR RI dan Komisi III DPR RI segera membahas hal ini di RDP Komisi III DPR RI,” ujarnya

Kasus ini harus dibawa ke RDP Komisi III DPR dan dihentikan sama seperti kasus yang ada di Polres Sleman karena sangat tidak masuk di akal kalau maling melaporkan korbannya katanya dianiaya, jadi bagaimana nya sebenarnya cara menangkap maling, apa kami bawa nasi bungkus atau buat karpet merah menyambutnya.

“Kami juga meminta pemerintah segera membuat undang undang atau prosedur cara menangkap maling, agar kami tau caranya bagaimana, dan kasus ini bermula saat penyidik Polsek Pancur Batu menyuruh korban sendiri untuk menangkap pelaku, penyidik itu pun ikut ke lokasi penangkapan, ini yang membuat kami masyarakat kesal dan geram akan ulah oknum Polisi ini,” kesalnya

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPR RI Dr. Habiburokhman, S.H, M.H menanggapi hal tersebut dengan menjelaskan bahwa Komisi III DPR RI sudah mengatensi hal tersebut.

“itu sudah kami atensi dan penangguhan penahanan atas atensi kami,” ungkapnya. (Red)

Berita Terkait

Jumat Berkah GRIB Jaya Medan, 750 Porsi Makan Gratis dan 500 Nasi Kotak Hangat Mengalir untuk Sesama
Emak Emak “Geruduk” Polsek Tanjung Morawa, Desak Usut Dugaan Pembiaran di Balik Penyerangan Markas FKPPI
Gerombolan Preman Bersenjata dan Bom Molotov Diduga Pimpinan DP Cs Secara Brutal Tembaki Anggota FKPPI, Rusak Rumah Warga dan Dua Kantor FKPPI
Tegakkan UU Pers, Ketua GWI Sumut Andi Larang Anggota Lindungi Judi dan Narkoba
Wakil Ketua DPC GRIB Jaya Kota Medan M. Syafri Hidayat Hadiri Resepsi Pernikahan Aura Ananta dan Rizki Padeli
DPC GRIB Jaya Kota Medan Ucapkan HUT Bhayangkara ke-80 Sambil Teruskan Program Makan Siang Gratis
Tokoh Pemuda Lingkungan XVI Afrizal Fadli Nasution SE Apresiasi Kesuksesan Bakti Sosial BKM Ikhwanul Muslimin 2026
Turun Langsung Ke Pasar, Bulog Hadir Jaga Harga Pangan, Budi Cahyanto Pastikan Minyakita dan Beras SPHP Mudah Diperoleh Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:02 WIB

Sentuhan Rohani di Balik Jeruji, Kapolres Aceh Tenggara Hadirkan Ustaz untuk Bina Warga Tahanan

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:43 WIB

Wakapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Kinerja, Tekankan Evaluasi dan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:27 WIB

Gaungkan Sportivitas di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Aceh Tenggara Resmi Buka Kejuaraan Grasstrack 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 00:27 WIB

Pelukan Terakhir di Bumi Sepakat Segenep, Kapolres Aceh Tenggara Berpamitan kepada Purnawirawan

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:48 WIB

Pengabdian yang Tulus Selalu Meninggalkan Jejak, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Pemusnahan 161,9 Kilogram Ganja

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:23 WIB

Senyum Anak Yatim Menghiasi Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Penuh Kasih

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:09 WIB

Kapolres Agara Lepas Karnaval Budaya, Warna-Warni Tradisi Semarakkan Hari Jadi Ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara

Senin, 22 Juni 2026 - 16:45 WIB

‎“Jangan Biarkan Sekecil Apa Pun Narkoba Masuk ke Hidup Kita” Polres Aceh Tenggara Amankan Pelaku Sabu di Babussalam

Berita Terbaru