MEDAN –
Pemerhati Anak dan Perempuan Kota Medan, Vera Hutauruk, mengajak setiap keluarga untuk terus menanamkan nilai saling menghormati dan memperkuat ikatan persaudaraan di dalam rumah tangga.
Salah satu caranya adalah dengan menghargai peran saudara, khususnya anak pertama, sebagai teladan yang mampu membawa pengaruh positif bagi adik-adiknya.
Menurut Vera, dalam banyak keluarga anak pertama sering menjadi sosok yang lebih dahulu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Pengalaman tersebut menjadikannya memiliki tanggung jawab moral untuk memberi contoh yang baik dalam bersikap, bertutur kata, menghormati orang tua, serta menjaga keharmonisan keluarga.
“Anak pertama bukan berarti harus selalu sempurna, tetapi ia memiliki kesempatan lebih besar untuk menjadi panutan. Ketika ia menunjukkan sikap disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan penuh kasih kepada saudara-saudaranya, nilai-nilai itu akan lebih mudah ditiru oleh adik-adiknya,” ujarnya.
Vera menjelaskan, dari aspek psikologis, anak-anak cenderung belajar melalui pengamatan terhadap orang yang paling dekat dengan mereka.
Dari sisi sosial, hubungan yang harmonis antarsaudara akan membangun rasa saling peduli, saling melindungi, serta memperkuat komunikasi di dalam keluarga.
Sementara dari sisi pendidikan karakter, keteladanan yang dimulai dari rumah akan membentuk pribadi anak yang memiliki empati, sopan santun, dan rasa tanggung jawab.
Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak membebani anak pertama secara berlebihan.
Sebaliknya, orang tua tetap harus memberikan kasih sayang, perhatian, dan pembinaan yang seimbang kepada seluruh anak sehingga setiap anggota keluarga dapat tumbuh sesuai potensi masing-masing.
“Keteladanan adalah warisan terbaik dalam keluarga. Jika setiap anggota keluarga saling menghormati, menghargai, dan menjadikan nilai-nilai kebaikan sebagai pedoman hidup, maka akan lahir keluarga yang kuat, harmonis, dan mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia,” tutup Vera.(red)

































