Pasca Lebaran, PalmCo Bersiap Ground Breaking Fasilitas Hilirisasi Terbaru

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Rabu, 25 Maret 2026 - 16:59 WIB

50121 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA —

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo mempercepat langkah hilirisasi industri kelapa sawit nasional usai libur Lebaran. Sub Holdinh PTPN III (Persero) ini bersiap memulai pembangunan (groundbreaking) fasilitas pengolahan sawit terpadu di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan kepada media, Selasa (24/03/2026), rencana pembangunan tersebut merupakan bagian dari arah strategis perusahaan yang sejalan dengan kebijakan hilirisasi nasional, termasuk arahan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program ini menjadi bagian dari ekosistem hilirisasi yang lebih luas, tidak hanya di sektor sawit, tetapi juga berbarengan lintas sektor sebagaimana diarahkan Danantara,” ucap Jatmiko.

Meski demikian, ia menegaskan, waktu pelaksanaan groundbreaking masih menunggu keputusan pemegang saham dan kegiatan tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat, setelah periode Lebaran.

“Secara kesiapan kami sudah matang. Tinggal menunggu keputusan pemegang saham, dan kami estimasikan bisa dilakukan pasca-Lebaran ini,” katanya.

*Fokus produk bernilai tambah*
Menurut Jatmiko, PalmCo kini menggeser fokus bisnis dari sekadar produksi dan ekspor Crude Palm Oil (CPO) menjadi pengembangan produk turunan bernilai tambah tinggi.

Ia mencontohkan, pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi produk lanjutan seperti Bio Propylene Glycol (BioPG) mampu meningkatkan nilai ekonomi secara signifikan.

“Nilai tambah dari hilirisasi ini bisa meningkat hingga belasan kali lipat. Ini yang menjadi dorongan utama kami,” ujarnya.

Tiga pabrik pangan dan industri
Dalam tahap awal pengembangan, PalmCo akan membangun sejumlah fasilitas utama yang ditargetkan beroperasi bertahap mulai akhir 2028.

Fasilitas tersebut mencakup pabrik margarin dan shortening dengan kapasitas sekitar 40.000 ton per tahun, serta pabrik Cocoa Butter Equivalent (CBE) dan Cocoa Butter Substitute (CBS) berkapasitas sekitar 34.000 ton per tahun.

Selain itu, PalmCo juga akan mengembangkan fasilitas pengolahan lanjutan lainnya untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global produk berbasis sawit.

Adapun pembangunan pabrik biodiesel dengan kapasitas sekitar 450.000 ton per tahun juga akan menjadi bagian dari pengembangan berikutnya, terutama untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Serap tenaga kerja
Proyek hilirisasi minyak sawit ini diproyeksi mampu memberikan dampak ekonomi yang luas, termasuk dalam hal penyerapan tenaga kerja.

Pada fase konstruksi hingga operasional penuh, PalmCo memperkirakan total tenaga kerja yang terserap mencapai sekitar 2.900 orang.

“Ini bukan hanya proyek industri, tetapi juga upaya menggerakkan ekonomi daerah dan menciptakan pertumbuhan yang lebih merata,” kata Jatmiko.

Selain penyerapan tenaga kerja langsung, keberadaan kawasan industri ini juga dipercaya dapat memicu efek berganda bagi sektor ekonomi lainnya, seperti logistik dan usaha kecil menengah di sekitar kawasan.

Kepastian pasar bagi petani

Di sisi hulu, kehadiran fasilitas hilirisasi ini diharapkan memberikan kepastian pasar bagi petani sawit rakyat.

PalmCo memproyeksikan, pada 2030, fasilitas tersebut mampu menyerap hingga 2,7 juta ton tandan buah segar (TBS) per tahun, atau setara sekitar 567.000 ton CPO.

“Dengan hilirisasi ini, kami ingin memastikan hasil produksi petani terserap secara berkelanjutan. Ini penting untuk menjaga stabilitas ekosistem sawit nasional,” ujarnya.

PalmCo optimistis, dengan integrasi dari hulu hingga hilir serta dukungan kebijakan nasional, proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam mendorong transformasi industri sawit Indonesia menuju produk bernilai tambah tinggi.(AVID/rel)

Berita Terkait

Kasus Pemalsuan Tanda Tangan: Jejak AJB Bermasalah dan Dugaan Penguasaan Lahan Warga Lae Saga, Penyidik Diuji
Koperasi Merah Putih Tak Sekadar Dibangun, Keberlanjutan Jadi Tantangan Utama
Diduga Ada Kejanggalan, Keluarga Minta Ekshumasi Jenazah Hj. Mini Dg Jime
Istri Boby Santana Sembiring Bantah Informasi Soal Transaksi Sewa HP di Rutan Kelas I Medan
Bupati Takalar Daeng Manye, Letakkan Batu Pertama Kantor Kecamatan Kepulauan Tanakeke
Bupati Takalar Launching SI PATROL, Inovasi Digital untuk Tingkatkan Responsivitas Pelayanan Masyarakat
Pengamat Civil Society Dedi Siregar Puji Polres Cimahi Gandeng Ojol Perkuat Keamanan Wilayah
Bupati Takalar Gandeng Bank BTN, Perkuat Transformasi Digital dan Layanan Publik

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 19:56 WIB

Kurang dari 24 Jam, URC Satreskrim Polres Aceh Tenggara Ringkus Pelaku Curanmor ‎

Jumat, 4 September 2026 - 15:06 WIB

Sabu Disimpan di Saku Celana, Pria 34 Tahun Diamankan Sat Resnarkoba Polres Aceh Tenggara

Kamis, 3 September 2026 - 16:59 WIB

Gerak Cepat Satresnarkoba, Tiga Pria Diamankan, 20 Paket Sabu dan Satu Paket Ganja Jadi Barang Bukti

Kamis, 3 September 2026 - 15:32 WIB

Sinergi untuk Negeri, Kapolres Aceh Tenggara Beri Ucapan HUT ke-81 Kejaksaan RI

Rabu, 2 September 2026 - 17:15 WIB

Hardikda ke-67 di SMAN 1 Badar: Dari Gotong Royong hingga Panggung Budaya Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 12:36 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:02 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Kapolres Bersama Waka Polres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Kesiapan Jajaran

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga

Sabtu, 5 Sep 2026 - 22:51 WIB