Diduga Ada Kejanggalan, Keluarga Minta Ekshumasi Jenazah Hj. Mini Dg Jime

Husaini nappu

- Redaksi

Sabtu, 5 September 2026 - 15:08 WIB

5067 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takalar // Time Indonesia.com – Jenazah Hj. Mini Daeng Jime (81), warga Lingkungan Kalappo, Kelurahan Mangadu, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, menjalani proses ekshumasi atau penggalian makam atas permintaan pihak keluarga. Proses tersebut dilakukan di pemakaman Lingkungan Kalappo pada Sabtu (5/9/2026).

Permintaan ekshumasi dilakukan karena pihak keluarga menduga terdapat sejumlah kejanggalan terkait kematian almarhumah. Untuk memastikan penyebab kematian, keluarga meminta dilakukan pemeriksaan secara medis oleh tim kedokteran kepolisian (Dokpol) dari Polda Sulawesi Selatan.

Camat Mangarabombang, Mappaturung, S.Sos., AKP., yang hadir dalam proses ekshumasi mengatakan, tindakan tersebut dilakukan berdasarkan permintaan keluarga. Menurutnya, ekshumasi diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kematian Hj. Mini Daeng Jime.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini dilakukan atas permintaan keluarga. Tujuannya untuk memastikan penyebab kematian almarhumah, sehingga persoalan ini dapat menjadi jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari,” ujar Mappaturung.

Pihak Polres Takalar saat dikonfirmasi juga membenarkan bahwa proses ekshumasi dilakukan atas permintaan pihak keluarga. Selanjutnya, hasil pemeriksaan forensik diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengetahui penyebab kematian secara objektif.

Diketahui, Hj. Mini Daeng Jime ditemukan telah meninggal dunia dalam kondisi jasad membusuk. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, almarhumah diduga telah meninggal sejak Minggu, 17 Mei 2026, di rumah Hj. Muminasa Karaeng Sunggu, Lingkungan Tamalate, Kelurahan Mangadu. Kecamatan Mangarabombang kabupaten Takalar

Pihak keluarga kemudian menyampaikan adanya sejumlah kondisi yang mereka nilai janggal dan meminta proses ekshumasi untuk mendapatkan kepastian secara medis.

(*)

Berita Terkait

Kasus Pemalsuan Tanda Tangan: Jejak AJB Bermasalah dan Dugaan Penguasaan Lahan Warga Lae Saga, Penyidik Diuji
Koperasi Merah Putih Tak Sekadar Dibangun, Keberlanjutan Jadi Tantangan Utama
Istri Boby Santana Sembiring Bantah Informasi Soal Transaksi Sewa HP di Rutan Kelas I Medan
Bupati Takalar Daeng Manye, Letakkan Batu Pertama Kantor Kecamatan Kepulauan Tanakeke
Bupati Takalar Launching SI PATROL, Inovasi Digital untuk Tingkatkan Responsivitas Pelayanan Masyarakat
Pengamat Civil Society Dedi Siregar Puji Polres Cimahi Gandeng Ojol Perkuat Keamanan Wilayah
Bupati Takalar Gandeng Bank BTN, Perkuat Transformasi Digital dan Layanan Publik
Pemuda Lintas Iman Apresiasi Program Pembinaan di Rutan Kelas I Medan

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 22:11 WIB

Kasus Pemalsuan Tanda Tangan: Jejak AJB Bermasalah dan Dugaan Penguasaan Lahan Warga Lae Saga, Penyidik Diuji

Sabtu, 5 September 2026 - 15:08 WIB

Diduga Ada Kejanggalan, Keluarga Minta Ekshumasi Jenazah Hj. Mini Dg Jime

Kamis, 3 September 2026 - 20:01 WIB

Istri Boby Santana Sembiring Bantah Informasi Soal Transaksi Sewa HP di Rutan Kelas I Medan

Kamis, 3 September 2026 - 06:40 WIB

Bupati Takalar Daeng Manye, Letakkan Batu Pertama Kantor Kecamatan Kepulauan Tanakeke

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Bupati Takalar Launching SI PATROL, Inovasi Digital untuk Tingkatkan Responsivitas Pelayanan Masyarakat

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:37 WIB

Pengamat Civil Society Dedi Siregar Puji Polres Cimahi Gandeng Ojol Perkuat Keamanan Wilayah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:40 WIB

Bupati Takalar Gandeng Bank BTN, Perkuat Transformasi Digital dan Layanan Publik

Jumat, 28 Agustus 2026 - 06:47 WIB

Pemuda Lintas Iman Apresiasi Program Pembinaan di Rutan Kelas I Medan

Berita Terbaru

SUBULUSSALAM

Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga

Sabtu, 5 Sep 2026 - 22:51 WIB