Takalar // Timeindonesia.com – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye secara resmi memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan Kantor Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, pada Rabu (2/9/2026).
Momentum bersejarah ini menandai babak baru upaya pemerintah daerah dalam mendekatkan pusat pelayanan administrasi birokrasi kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang bermukim di wilayah kepulauan terluar Kabupaten Takalar.
Kegiatan penting ini dihadiri dan didampingi oleh sejumlah pejabat esensial lingkup Pemkab Takalar, di antaranya Kadis PMD Andi Rijal Mustamin, Kadis PUTRPKP Budiar Rosal Saleh, serta Kadis TPHKPKP Drs. H. Parawangsa, M.Si. Turut hadir pula Camat Kepulauan Tanakeke H. Bostan Tika, jajaran kepala desa se-kecamatan, serta unsur pengamanan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang memastikan rangkaian acara berlangsung aman dan kondusif.
Dalam sambutannya di hadapan ratusan warga yang antusias, Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye menekankan bahwa pembangunan kantor kecamatan representatif ini merupakan wujud nyata pemerataan pembangunan infrastruktur publik. Kehadiran fasilitas baru tersebut diharapkan mampu memangkas rentang kendali pelayanan birokrasi sehingga warga pulau tidak lagi harus menempuh perjalanan laut yang menantang hanya untuk mengurus administrasi kependudukan atau perizinan dasar.
Di satu sisi, proyek pembangunan ini disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat setempat yang selama bertahun-tahun mendambakan fasilitas kantor pemerintahan yang layak dan memadai. Namun, di sisi lain, pemerintah daerah dan pihak kecamatan juga menyadari adanya tantangan logistik pengiriman material bangunan ke pulau, yang menuntut komitmen tinggi dari para kontraktor dan pengawas teknis agar pembangunan dapat rampung tepat waktu tanpa mengurangi kualitas bangunan.
Pemerintah Kabupaten Takalar berharap sinergi yang kuat antara jajaran dinas terkait, pemerintah kecamatan, para kepala desa, dan unsur keamanan dapat terus dijaga hingga proses pembangunan tuntas. Kehadiran kantor camat yang baru ini kelak tidak hanya berfungsi sebagai pusat administrasi, tetapi juga menjadi simpul kebangkitan ekonomi dan sosial baru bagi seluruh warga Kepulauan Tanakeke.
( Haris ombel )

































