TAKALAR // Timeindinesia.com– Teriknya matahari pesisir Desa Cikoang tidak menyurutkan langkah Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, untuk menanggalkan sekat birokrasi dan berjalan langsung di atas pematang tambak. Didampingi camat Laikang Marwan SE, kepala desa Cikoang Zainuddin Johan dan petani garam.Senin (25/8/2028)
Di tengah hamparan air asin dan kilau kristal garam, ia berdiri berdampingan dengan para petani penggarap. Bukan untuk berpidato di atas podium, melainkan merangkul hangat para pekerja lokal, melihat dari dekat tetesan peluh mereka, sekaligus menggali urat nadi ekonomi kerakyatan yang menjadi penopang hidup warga setempat.
Suasana cair langsung terasa ketika Bupati Daeng Manye memulai dialog interaktif penuh keakraban. Tanpa canggung, ia melontarkan pertanyaan mendasar yang menunjukkan kepedulian nyata: mulai dari jumlah petak tambak yang dikelola per keluarga, durasi siklus produksi, hingga angka pasti hasil panen dalam sekali petik.
Pendekatan jemput bola ini membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk melihat persoalan secara utuh, bukan sekadar lewat laporan di atas kertas meja kerja ber-AC.
Dari dialog tersebut, terungkap sebuah siklus kerja keras yang bergantung penuh pada alam.
Salah seorang petani garam memaparkan bahwa dalam kondisi normal tanpa hambatan cuaca ekstrem, garam rakyat di Cikoang dapat dipanen secara berkala setiap tiga hari sekali. Di balik angka tersebut, tersimpan cerita tentang ketekunan tinggi, kekuatan fisik, dan kerentanan sektor garam yang sangat bergantung pada kebaikan cuaca demi menjaga asa dapur tetap ngebul.
Menanggapi realitas itu, Bupati Daeng Manye menegaskan bahwa arah pembangunan Kabupaten Takalar tidak boleh hanya berorientasi pada beton dan infrastruktur semata. Pemerintah harus hadir secara nyata di tengah denyut nadi ekonomi warganya.
Sektor garam dipandang sebagai mutiara tersembunyi yang membutuhkan sentuhan kebijakan strategis agar mampu bertransformasi, memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar, dan menyejahterakan para petambak secara adil.
Kepala desa Cikoang Zainuddin Johan Apresiasi kepada Bupati takalar atas kehadirannya di petani garam di desa cikoang di bawah terik matahari yang cukup panas.
“kehadiran kepala daerah di tengah kepungan panasnya tambak garam memberikan secercah harapan baru dan semangat baru bagi petani garam”. Ujarnya.
Komunikasi dua arah yang terbangun hari itu membuktikan bahwa komitmen kepemimpinan Daeng Manye bukanlah slogan semata, melainkan manifestasi dari semangat pemerintah untuk bergerak aktif, mendengarkan jeritan rumput, dan memastikan negara hadir di setiap jengkal kehidupan rakyatnya. ( Haris ombel )

































