Misteri Rp600 Juta di Rekening BK, Saharuddin: Saya Hanya Meminjam Rekening dan Menarik Semua Dana dalam Dua Tahap

Husaini nappu

- Redaksi

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:29 WIB

5022 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GOWA// Timeindonesia.com – Mengingat Kesaksian Saharuddin dalam Sidang Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Gowa terkait dugaan pengondisian proyek pengadaan seragam sekolah gratis senilai Rp15 miliar, Dalam persidangan, ia mengakui meminta izin menggunakan rekening pribadi Muhammad Basri alias BK sebagai tempat dana operasional dan biaya ekspedisi sebesar Rp600 juta yang ditransfer oleh pihak penyedia.

‎Pengakuan tersebut disampaikan saat anggota Pansus mempertanyakan alasan dana proyek tidak ditransfer ke rekening pribadi Saharuddin, melainkan ke rekening BK.

‎”Waktu saya menelepon Pak BK, saya bilang, ‘Izin Kak, saya mau pakai rekeningnya.’ Beliau bertanya, ‘Untuk apa?’ Saya jawab ada uang operasional dari teman saya dan uang ekspedisi untuk pengantaran ke sekolah-sekolah. Beliau langsung mengiyakan,” kata Saharuddin dalam Sidang Pansus Hak Angket DPRD Gowa di Gedung DPRD Gowa, Rabu (24/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Saharuddin menjelaskan, dana tersebut diminta kepada pihak vendor untuk kepentingan operasional pengiriman seragam sekolah.

‎”Saya minta ke pihak vendor untuk pengurusan ekspedisinya. Yang pertama Rp500 juta, yang kedua Rp100 juta,” ujarnya.

‎Ia juga mengungkapkan bahwa penggunaan rekening BK bukan kali pertama dilakukan. Menurutnya, saat itu rekening pribadinya sedang dalam kondisi yang berpotensi menyebabkan dana yang masuk langsung terpotong oleh pihak bank.

‎”Sebelum-sebelumnya saya juga sering memakai rekening BK. Rekening pribadi saya waktu itu sedang jatuh tempo di bank, jadi kalau ada dana masuk akan otomatis terpotong,” tuturnya.

‎Meski menggunakan rekening BK, Saharuddin menegaskan Muhammad Basri tidak memiliki keterkaitan dengan proses pengadaan seragam sekolah gratis maupun aliran dana tersebut.

‎”Dalam kegiatan pengadaan baju seragam itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan Pak BK. Saya hanya memakai rekening beliau dan tidak ada istilah bagi-bagi dana dari uang tersebut,” tegasnya.

‎Saharuddin juga mengaku seluruh dana yang masuk ke rekening BK kemudian diambil kembali olehnya secara tunai dalam dua tahap.

‎”Waktu itu saya ambil semua dana yang masuk ke rekening BK. Semua dana itu saya ambil dalam dua kali penarikan,” ucapnya.

‎Ia kembali menegaskan bahwa dana Rp600 juta yang ditransfer ke rekening BK bukan diperuntukkan bagi pemilik rekening, melainkan digunakan sebagai biaya operasional dan pengiriman seragam ke sekolah-sekolah.

‎Dalam sidang yang dipimpin Ketua Pansus Muh Kasim Sila, didampingi Wakil Ketua Asrul Makkarausu dan Sekretaris Lukman Naba, pihak penyedia juga menyampaikan keterangan mengenai aliran dana tersebut.

‎Sales Marketing PT Urban Ritel Internasional, Ika Sri Rejeki, mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui Muhammad Basri atau Om Bas sebagai atasan Saharuddin. Ia mengatakan komunikasi terkait sejumlah proyek di Sulawesi Selatan, termasuk pengadaan seragam sekolah gratis, lebih banyak dilakukan bersama Saharuddin.

‎”Dana yang ditransfer ke rekening atas nama Muh Basri itu atas instruksi Syahar yang mengatakan dana tersebut untuk operasional. Dana dikirimkan dua kali, pertama Rp500 juta dan kedua Rp100 juta, sehingga totalnya Rp600 juta,” ujar Ika dalam keterangannya di hadapan Pansus.

(Haris ombel)

Berita Terkait

Bupati Takalar : Promosi Digital Jadi Kunci Majukan 7 Destinasi Wisata Unggulan Takalar
Bupati Daeng Manye Bersama Kepala BPN Nusron Wahid Teken LP2B, Takalar Teguhkan Komitmen Jaga Ketahanan Pangan Nasional
Pujian Ibu Titiek Soeharto Mencerminkan Keberhasilan Agus Andrianto Membangun Pemasyarakatan Produktif
Copot Kabalai, Kasatker dan PPK !! Proyek 29 Milyar T.A 2025 BBWS Pompengan Je’neberang Bermasalah (Berita MPI)
Prof Dr Sutan Nasomal Klaem Miris !!! Rakyat Disuruh Bayar Hutang Negara Lewat Pajak Ini Bukan Solusi, Ini Perampokan Yang Dilegalkan
Gelar Pemantapan Pengurus, DPC Apdesi Merah Putih Takalar Momentumkan Semangat Hijrah 1 Muharram 1448 H
Takalar Dilirik Australia, Kerja Sama Riset Rumput Laut dan Pengembangan Teknologi Siap Digagas
Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:54 WIB

Dugaan Permainan Dana Ketahanan Pangan Rp134 Juta di Lembah Haji Mencuat, Publik Minta APH Buka Semua Fakta

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:51 WIB

Patroli Rutin Berbuah Hasil, Satresnarkoba Polres Agara Amankan Dua Tersangka Narkotika

Senin, 13 Juli 2026 - 18:38 WIB

Polres Aceh Tenggara Pastikan Hari Pertama Masuk Sekolah Berjalan Aman dan Lancar

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:02 WIB

Sentuhan Rohani di Balik Jeruji, Kapolres Aceh Tenggara Hadirkan Ustaz untuk Bina Warga Tahanan

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:43 WIB

Wakapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Kinerja, Tekankan Evaluasi dan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:27 WIB

Gaungkan Sportivitas di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Aceh Tenggara Resmi Buka Kejuaraan Grasstrack 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 00:27 WIB

Pelukan Terakhir di Bumi Sepakat Segenep, Kapolres Aceh Tenggara Berpamitan kepada Purnawirawan

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:48 WIB

Pengabdian yang Tulus Selalu Meninggalkan Jejak, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Pemusnahan 161,9 Kilogram Ganja

Berita Terbaru