MEDAN –
Sejumlah pemuda lintas iman melakukan kunjungan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi, membangun komunikasi serta melihat secara langsung pelaksanaan program pembinaan bagi warga binaan. Kamis, 27/08/2026.
Diterima langsung oleh Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Pawer Siahaan bersama dengan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Yoslan Doloksaribu, rombongan Pemuda Lintas Iman yakni Boydo HK Panjaitan dari Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Medan, Irsan Armadi selaku Ketua Pemuda Muhammadiyah Medan, Muhammad Husein Tanjung dari Pemuda Ansor Medan, Argahandi dari Pemuda Katolik, serta Alamsyah dari Pemuda Al Washliyah, dibawa berkeliling melihat secara langsung berbagai fasilitas serta kegiatan pembinaan yang dilaksanakan bagi warga binaan di lingkungan Rutan Kelas I Medan.
Boydo HK Panjaitan menyampaikan apresiasinya terhadap sambutan yang diberikan jajaran Rutan Kelas I Medan serta pelaksanaan berbagai program pembinaan yang dinilainya telah berjalan dengan baik.
“Kami dari pemuda lintas iman bersyukur sekali disambut dengan baik di Rutan Kelas I Medan. Kami juga bersyukur bisa melihat keadaan rutan yang sangat baik. Kami melihat pos-pos pembinaan yang pada saat ini sudah dilakukan dengan maksimal,” ujar Boydo.
Ia juga mengapresiasi keberadaan fasilitas rumah ibadah di lingkungan Rutan Kelas I Medan yang dinilai memberikan ruang bagi warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya masing-masing.
Menurutnya, pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun karakter dan mental warga binaan selama menjalani masa pidana. Dalam kesempatan tersebut, dirinya bahkan turut mengikuti kegiatan puji-pujian bersama warga binaan di salah satu rumah ibadah.
“Kami melihat kegiatan-kegiatan ibadah yang rutin dilaksanakan setiap harinya. Setiap warga binaan dapat menjalankan ibadahnya masing-masing di rumah ibadah yang tersedia. Bagi kami sebagai pemuda lintas iman, ini yang paling penting karena ketika pembinaan ibadah dilakukan secara terus-menerus, secara spiritual pembinaan rohaninya akan terbangun dan diharapkan dapat mendorong perubahan sikap,” ungkapnya.
Selain pembinaan kepribadian dan kerohanian, rombongan juga melihat berbagai kegiatan pembinaan kemandirian yang dilaksanakan Rutan Kelas I Medan. Di antaranya produksi roti, pembuatan berbagai kerajinan serta kegiatan produktif lainnya, termasuk pembibitan lobster.
Boydo menilai kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan keterampilan kepada warga binaan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan setelah selesai menjalani masa pidana.
“Kami sungguh mengapresiasi kepada Kepala Rutan dan seluruh jajaran Rutan Kelas I Medan. Kami berterima kasih atas apa yang telah dilaksanakan selama ini dan berharap pembinaan-pembinaan serta kegiatan yang dilakukan di rutan ini dapat semakin baik ke depannya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Boydo juga menyampaikan perhatian terhadap kondisi Rutan Kelas I Medan yang masih menghadapi persoalan kelebihan kapasitas. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan pengembangan kapasitas hunian, baik melalui pembangunan maupun perluasan fasilitas, sehingga pelaksanaan pembinaan dan pelatihan bagi warga binaan dapat berjalan semakin optimal.
“Harapan kami, pemerintah juga dapat memperhatikan kondisi rutan yang overkapasitas. Mudah-mudahan ke depan ada pembangunan atau perluasan untuk penambahan kapasitas, sehingga proses pembinaan dan pelatihan yang dijalankan bisa lebih optimal,” tuturnya.
Sementara itu, kunjungan tersebut juga menjadi momentum bagi pemuda lintas iman untuk melihat langsung kondisi lingkungan Rutan Kelas I Medan serta berbagai aktivitas warga binaan. Rombongan mengapresiasi kondisi lingkungan yang dinilai tertata dan bersih serta pelaksanaan kegiatan pembinaan yang berlangsung di dalam rutan.
Terkait berbagai isu yang berkembang di luar mengenai kondisi di dalam rutan, Boydo menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatan langsung selama kunjungan, pihaknya tidak menemukan hal-hal yang mengarah pada isu sebagaimana yang selama ini beredar. Ia menilai penguatan pembinaan, khususnya pembinaan keagamaan, merupakan salah satu aspek penting dalam membangun karakter dan kesadaran warga binaan.
“Kami melihat hampir tidak ada celah atau bentuk apa pun seperti isu-isu yang beredar selama ini. Dari awal masuk dan berkeliling ke berbagai tempat, semuanya terlihat rapi dan bersih. Kami juga melihat kegiatan ibadah yang rutin dilaksanakan,” ujarnya.
Kunjungan pemuda lintas iman tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan sinergitas antara Rutan Kelas I Medan dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya organisasi kepemudaan lintas agama. Kolaborasi dan komunikasi yang terjalin diharapkan dapat terus dikembangkan dalam mendukung proses pembinaan warga binaan serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, humanis dan kondusif.(AVID/rel)
#Pemasyarakatan
#rutan1medan #rutankelas1medan #ditjenpas #kemenimipas
RAGUSTA BERSERI
BERSIH, SEHAT, RAPI DAN INDAH

































