MAKASSAR // TimeIndonesia.com— Langkah strategis dalam mendongkrak perekonomian daerah resmi diambil oleh Pemerintah Kabupaten Takalar. Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, didampingi jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), secara resmi membuka Gerai KHAS TAKALAR di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Senin (5/10/2026).
Kehadiran gerai ini diproyeksikan menjadi etalase utama bagi produk-produk unggulan, kerajinan tangan, serta pusat jajanan oleh-oleh khas Bumi Panrannuangku.
Peresmian yang berlangsung meriah ini ditandai dengan pengguntingan pita dan peninjauan langsung ke dalam gerai.
Dalam sambutannya, Bupati takalar H. Mohammad Firdaus yang akrab disapa Daeng Manye, menegaskan bahwa pemilihan lokasi di bandara internasional bukan tanpa alasan. Bandara merupakan gerbang utama keluar masuknya wisatawan domestik maupun mancanegara, sehingga dinilai sangat efektif untuk memperluas jangkauan pasar produk lokal Takalar agar kian dikenal luas di kancah nasional hingga global.
“Gerai KHAS TAKALAR ini bukan sekadar tempat berjualan, melainkan rumah bagi kreativitas dan kerja keras para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kita. Kami ingin memastikan produk lokal Takalar naik kelas, mudah diakses oleh para pelancong, dan memberikan multiplier effect bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar daeng Manye di hadapan para tamu undangan dan calon penumpang pesawat yang antusias.
Di sisi lain, kehadiran gerai ini mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, termasuk para pelaku UMKM lokal yang selama ini kerap terkendala dalam hal akses pemasaran skala besar. Melalui kurasi ketat yang difasilitasi oleh Dinas Terkait, produk-produk yang dipajang dijamin memiliki kualitas premium, mulai dari kuliner tradisional, olahan hasil laut, cemilan, kue,kopi lokal, hingga kerajinan tangan, seperti songkok guru, tenun dan lain lain khas Takalar yang memukau.
Kendati demikian, sejumlah pengamat ekonomi lokal mengingatkan bahwa tantangan terbesar setelah peresmian ini adalah menjaga konsistensi kualitas produk dan suplai bahan baku. Keberlanjutan operasional gerai sangat bergantung pada manajemen rantai pasok yang tangguh, agar para konsumen yang jatuh cinta pada produk Takalar dapat terus menemukannya tanpa hambatan stok di kemudian hari.
Menanggapi catatan tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Takalar yang turut mendampingi Bupati memastikan pihaknya telah menyiapkan strategi pendampingan jangka panjang. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan pelatihan manajemen bisnis, standardisasi pengemasan (packaging), serta memfasilitasi pembiayaan lunak bagi para perajin dan pelaku usaha yang tergabung dalam ekosistem gerai ini.
Dengan beroperasinya Gerai KHAS TAKALAR di Bandara Sultan Hasanuddin ini, optimisme tinggi kini menyelimuti warga Takalar. Langkah inovatif di bawah kepemimpinan Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye ini diharapkan mampu menjadikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai motor penggerak baru yang tangguh bagi kemajuan daerah di masa depan. ( Haris ombel )

































