Tangis Pedagang Pasar Kampung Lalang: “Setelah Berjuang Menangkan Wali Kota, Pengelola Lama Kini Hendak Disingkirkan”

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 16:30 WIB

50116 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN —

Suasana haru dan kekecewaan menyelimuti Pasar Kampung Lalang Medan. Para pedagang dan masyarakat sekitar mengaku terpukul atas rencana penggantian pengelola parkir dan keamanan pasar yang selama ini dianggap banyak berjasa menjaga ketertiban sekaligus menghidupkan ekonomi rakyat kecil.

Nama Parlin Sianturi bukan sosok asing bagi pedagang. Bertahun-tahun ia mengelola parkir dan sistem keamanan pasar dengan pendekatan kekeluargaan, menjaga stabilitas aktivitas jual beli, serta memastikan pasar tetap aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, sosok yang selama ini menjadi penggerak denyut Pasar Kampung Lalang itu justru dikabarkan akan “dibuang” begitu saja.

Ironisnya, menurut para pedagang, Parlin Sianturi bukan hanya bekerja menjaga pasar.Ia disebut turut menghimpun dukungan masyarakat dan pedagang dalam momentum politik daerah, termasuk menggalang suara akar rumput yang ikut memenangkan Wali Kota Medan.

“Dulu kami diajak menjaga persatuan pedagang, diminta solid demi perubahan Kota Medan. Kami ikut bergerak. Tapi sekarang orang yang bekerja di lapangan malah mau disingkirkan,” ujar seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya dengan mata berkaca-kaca.

Bagi pedagang, keputusan penggantian ini terasa seperti pepatah lama: habis manis sepah dibuang.

Setelah perjuangan panjang dan loyalitas yang diberikan, pengelola yang dianggap berjasa justru menghadapi kenyataan pahit kehilangan peran di pasar yang selama ini ia bangun.

Selama masa pengelolaannya, pedagang menilai tidak pernah muncul persoalan serius.

Tidak ada konflik besar, tidak ada laporan penyimpangan, bahkan sistem retribusi parkir disebut berjalan transparan dan turut mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Medan.

“Pasar ini dulu semrawut. Sekarang tertata. Pedagang aman, pembeli nyaman. Kami merasa dilindungi. Kenapa justru orang yang bekerja baik harus diganti?” keluh pedagang lainnya.

Para pedagang menilai keberhasilan Pasar Kampung Lalang tidak lepas dari peran pengelola yang memahami kondisi sosial masyarakat bawah.

Hubungan antara pengelola dan pedagang bukan sekadar kerja sama ekonomi, tetapi sudah menjadi ikatan emosional layaknya keluarga besar.
Kabar pengambilalihan pengelolaan oleh pihak baru membuat keresahan semakin meluas.

Pedagang khawatir perubahan tersebut akan merusak stabilitas pasar yang selama ini telah dibangun dengan susah payah.

Sejumlah tokoh masyarakat bahkan menyebut keputusan tersebut berpotensi melukai rasa keadilan rakyat kecil.

Mereka berharap pihak PUD Pasar Kota Medan tidak menutup mata terhadap kontribusi nyata orang-orang yang bekerja langsung bersama masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat merasa hanya dibutuhkan saat momentum politik, lalu dilupakan setelah kekuasaan diraih,” ujar seorang tokoh warga Kampung Lalang.

Pedagang berharap Wali Kota Medan mendengar langsung suara pasar. Mereka meminta kebijakan yang lahir bukan sekadar keputusan administratif, tetapi mempertimbangkan nilai kemanusiaan, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertahun-tahun.

Bagi masyarakat Pasar Kampung Lalang, persoalan ini bukan hanya soal jabatan pengelola. Ini tentang rasa keadilan, penghargaan terhadap perjuangan rakyat kecil, dan harapan agar Kota Medan benar-benar menjadi kota yang tidak melupakan orang-orang yang ikut membangunnya dari bawah.

Di tengah hiruk pikuk aktivitas jual beli, satu kalimat terus terdengar dari para pedagang:

“Kami hanya ingin keadilan… jangan singkirkan orang yang sudah berjuang bersama kami.”(red)

Berita Terkait

Bulog Sumut Pastikan 52,17 Juta Kg Beras Aman sebagai Cadangan Strategis Pangan
SEMANGAT PERJUANGAN PAHLAWAN, PRAJURIT YONIF TP 904/GARA MATA KIBARKAN MERAH PUTIH DI DELENG 7 DAYANG
Kuasa Hukum Minta Propam Polres Padang Sidimpuan Serius Periksa Dugaan Pelanggaran Etik Aiptu DWS
Tuding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Kecam Pernyataan Anggota DPRD Sumut Terhadap Bulog
HUT RI ke-81, PTPN IV Regional I Beri Penghargaan Masa Pengabdian 813 Karyawan
Mantan Deputi Menpora Inpektur Upacara Bendera HUT RI DPW IMO Indonesia Sumut
Dandim Hadiri Jamuan Makan Malam Dengan Paskibraka Kota Medan di Pendopo Rumah Dinas Walikota Medan
GKPS Resort Teladan Galang Dana Rumah Dinas Pendeta, John Dukungan Maruli Siahaan Diapresiasi

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:29 WIB

BASRI LEWAIMANG RESMI DITETAPKAN DPO NARKOTIKA

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Takalar Peringati Hari HUT RI ke-81 Digelar Lapangan Makkatang Daeng Sibali Takalar

Minggu, 16 Agustus 2026 - 23:06 WIB

Bupati Takalar Daeng Manye Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Dugaan Proyek Siluman di Bulukunyi Menguat, Aparat Penegak Hukum Diminta Periksa Sumber Material

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Bupati Takalar Hadiri PKKMB Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Tahun 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Dandim 1426/Takalar Paparkan Peran TNI AD Dukung Pembangunan dan Program Pemerintah Lewat Siaran Radio 

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:19 WIB

Inovasi “PASSIRIKA BOS” Tembus Panggung Nasional, Daeng Manye Terima detiktimur Awards 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Akun Facebook Sebarkan Isu Tangkap Lepas Narkoba, Kasat Narkoba Polres Takalar: Hoax dan Fitnah!

Berita Terbaru