Takalar//Timeindonesia.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Merah Putih Kabupaten Takalar menggelar rapat pemantapan pengurus yang dirangkaikan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Acara yang berlangsung khidmat ini ditempatkan di kediaman Kepala Desa Patinoang, Muhammad Nur, di Kecamatan Galesong Kota, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, pada hari Selasa (16/6/2026). Sinergi antara penguatan struktural organisasi dan refleksi spiritual menjadi core utama dalam pertemuan strategis ini.
Antusiasme pengurus terlihat jelas dengan hadirnya puluhan kepala desa dari berbagai wilayah se-Kabupaten Takalar. Momentum ini tidak hanya menjadi wadah konsolidasi internal, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi untuk menyamakan persepsi dalam mengawal pembangunan di tingkat desa. Penyelenggaraan yang bertepatan dengan pergantian tahun Hijriah ini diharapkan mampu membawa semangat baru atau “hijrah” menuju tata kelola pemerintahan desa yang lebih akuntabel dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Ketua DPC Apdesi Merah Putih Kabupaten Takalar, Amri Nuntung, dalam sambutannya menekankan pentingnya soliditas dan komitmen kolektif di antara para kepala desa. Ia menegaskan bahwa Apdesi Merah Putih harus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat desa serta menjalin kemitraan yang kritis namun konstruktif dengan pemerintah daerah. Amri juga mengingatkan agar momentum 1 Muharram ini dijadikan refleksi mendalam untuk mengevaluasi kinerja dan meningkatkan pengabdian secara tulus kepada warga.
Di sisi lain, jalannya pemantapan ini juga memantik diskusi hangat mengenai dinamika dan tantangan riil yang dihadapi pemerintahan desa saat ini, seperti optimalisasi dana desa dan independensi politik menjelang agenda-agenda daerah. Beberapa kepala desa yang hadir memberikan catatan agar Apdesi Merah Putih tetap konsisten berjalan di atas rel profesionalisme dan tidak terseret dalam arus kepentingan kelompok tertentu, sehingga marwah organisasi sebagai pelindung kepentingan desa tetap terjaga dengan baik.
Tuan rumah acara, Kepala Desa Patinoang Muhammad Nur, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan rekan-rekan sejawatnya yang telah memilih desanya sebagai pusat konsolidasi. Menurutnya, pertemuan ini menjadi bukti bahwa para kepala desa di Takalar memiliki ikatan emosional yang kuat untuk saling mendukung. Kehadiran figur-figur pemimpin desa ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif, baik secara simbolis maupun ekonomi, bagi masyarakat di Kecamatan Galesong Kota.
Dari perspektif eksternal, pengamat kebijakan publik lokal menilai langkah DPC Apdesi Merah Putih Takalar menggabungkan agenda organisasi dengan peringatan hari besar Islam sebagai strategi komunikasi yang cerdas untuk meredam potensi gesekan sektoral. Melalui pendekatan kultural dan religius, program-program kerja yang dirumuskan cenderung lebih mudah diterima oleh masyarakat luas. Namun, tantangan terbesarnya adalah bagaimana komitmen yang diucapkan dalam sambutan dapat diimplementasikan dalam bentuk program konkret yang menyentuh persoalan mendasar di desa.
Acara pemantapan pengurus ini ditutup dengan doa bersama menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, photo bersama dengan Motto ” Takalar cepat” : cepat bertindak cepat hasilnya, memohon keberkahan dan kedamaian untuk seluruh masyarakat Kabupaten Takalar. Dengan struktur yang kian mantap dan semangat spiritual yang diperbarui, DPC Apdesi Merah Putih Kabupaten Takalar optimistis mampu membawa perubahan positif yang signifikan bagi kemajuan desa-desa di Provinsi Sulawesi Selatan ke depan. (Red)

































